“Pencegahannya dengan makan bergizi seimbang dan rutin minum tablet tambah darah. Untuk yang sudah anemia, kami lakukan suplementasi tablet tambah darah dan kontrol kembali sampai kondisinya membaik,” ucap Endang menjelaskan.
Oleh karena itu, Kemenkes menekankan pentingnya deteksi dini dan intervensi kesehatan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Baca Juga:
Indonesia Butuh 280 Ribu Dokter untuk Capai Rasio Ideal Pelayanan Kesehatan
Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah dampak jangka panjang anemia, seperti gangguan pertumbuhan, penurunan kemampuan belajar, hingga berkurangnya kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Selain persoalan anemia, hasil skrining CKG juga menemukan masalah kesehatan lain pada anak usia sekolah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep, Herlina, mengungkapkan adanya ribuan kasus hipertensi yang terdeteksi di lingkungan sekolah berdasarkan data pemeriksaan hingga Agustus 2025.
Baca Juga:
Kasus Super Flu di Bali Jadi Sorotan, Pakar Dorong Pemerintah Buka Data Influenza Berkala
“Dari jumlah tersebut, 1.404 anak masuk kategori hipertensi tingkat 1, sementara 143 anak terdeteksi hipertensi tingkat 2. Melihat anak sekolah sudah ada yang terdeteksi hipertensi adalah alarm bahwa pencegahan harus dimulai jauh lebih awal,” kata Herlina.
Temuan ini memperkuat urgensi penguatan program promotif dan preventif kesehatan sejak usia dini, baik melalui edukasi gaya hidup sehat, pola makan seimbang, maupun pemantauan kesehatan rutin di sekolah.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.