WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah terus menaruh perhatian serius terhadap meningkatnya persoalan kesehatan mental pada anak dan remaja.
Salah satu faktor yang dinilai berpengaruh adalah maraknya perundungan atau bullying, tekanan akademik, serta persoalan dalam lingkungan keluarga. Kondisi tersebut dinilai dapat memicu munculnya gangguan kesehatan jiwa pada anak.
Baca Juga:
Perizinan Alat Kesehatan Jadi Kunci Daya Saing Industri Kesehatan Nasional
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan bahwa pemerintah kini memprioritaskan upaya pencegahan melalui perbaikan lingkungan keluarga dan sekolah.
Kedua lingkungan tersebut dinilai memiliki peran besar dalam membentuk kondisi psikologis serta perkembangan mental anak sejak dini.
Menurut Menkes, keluarga merupakan elemen paling mendasar dalam pembentukan karakter dan kesehatan mental anak.
Baca Juga:
Prabowo Jadikan Penurunan TBC Prioritas Nasional, Wamenkes Paparkan Strategi Penanganan
Lingkungan keluarga yang harmonis dan suportif diyakini dapat menjadi benteng awal dalam mencegah berbagai gangguan psikologis pada anak dan remaja.
“Yang terutama adalah simpul keluarga karena presentasenya paling besar. Keluarga berperan penting membentuk kondisi psikologis anak,” kata Menkes dalam keterangan pers di Jakarta dikutip Minggu, 8 Maret 2026.
Ia menambahkan, praktik perundungan tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah.