WAHANANEWS.CO, Jakarta - Sejumlah pemangku kepentingan menyoroti pentingnya pemerataan fasilitas kesehatan dalam sistem BPJS Kesehatan.
Upaya ini dinilai penting untuk memastikan seluruh masyarakat Indonesia mendapatkan akses layanan kesehatan yang sama tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan secara mandiri yang dapat membebani kondisi ekonomi keluarga.
Baca Juga:
Pariwisata Bali Tetap Stabil Meski Situasi Geopolitik Global Memanas
Pemerataan fasilitas kesehatan juga dianggap sebagai kunci untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan nasional, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dan wilayah dengan keterbatasan sarana medis.
"Contoh mungkin kita-kita di sini membayar iuran yang sama, mudah dapat layanan kesehatan. Namun, teman-teman, saudara-saudara kita di daerah-daerah yang belum ada alat yang canggih, ini jadi tidak mendapatkan hak yang sama," ujar Kepala Pusat Pembiayaan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ahmad Irsan A. Moeis, Rabu (4/3/2025).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara peluncuran program BPJS Kesehatan Tanggap yang digelar di Kantor Pusat BPJS Kesehatan di Jakarta.
Baca Juga:
Irak Pangkas Produksi Minyak Usai Iran Tutup Selat Hormuz
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah perwakilan kementerian, organisasi profesi dokter, serta pemangku kepentingan sektor kesehatan turut memberikan masukan terkait berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam sistem jaminan kesehatan nasional.
Beberapa isu yang menjadi perhatian antara lain ketimpangan sarana medis antar daerah serta hambatan birokrasi yang sering dihadapi tenaga kesehatan di lapangan.
Irsan menyoroti bahwa masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan layanan kesehatan dengan peralatan medis yang memadai.