Pada penderita vitiligo, warna kulit terlihat tidak merata sebagian tampak normal dan sebagian lainnya tampak putih pucat. Hal ini bisa berdampak pada rasa percaya diri karena perubahan penampilan yang mencolok.
Sementara itu, individu dengan albinisme memiliki warna kulit yang seragam, yakni pucat atau putih di seluruh tubuh. Selain kulit, warna rambut juga cenderung pirang atau sangat terang.
Baca Juga:
Hotman Paris Tinggalkan Febrie Adriansyah, Alasan Sebenarnya Bikin Kaget
3. Penyebab yang Berbeda
Vitiligo disebabkan oleh kematian sel melanosit, yaitu sel yang memproduksi melanin. Kematian sel ini bisa disebabkan oleh faktor keturunan, penyakit autoimun, paparan sinar ultraviolet, atau zat kimia tertentu.
Sedangkan albinisme murni bersifat genetik. Mutasi pada gen tertentu mengganggu pembentukan melanin, sehingga produksi pigmen menjadi sangat minim atau bahkan tidak ada sama sekali.
Baca Juga:
Menko PMK Tegaskan Edukasi dan Penghapusan Stigma Jadi Kunci Eliminasi Kusta di Indonesia
4. Upaya Pengobatan
Kendati tidak menular, baik vitiligo maupun albinisme tergolong kondisi kulit permanen dan tidak dapat disembuhkan sepenuhnya.
Meski demikian, penanganan medis tetap bisa dilakukan untuk memperbaiki atau melindungi kondisi penderitanya.