Hampir 150 penumpang dan kru saat ini masih terjebak dalam karantina di atas kapal yang bersandar di lepas pantai Tanjung Verde. Mengingat masa inkubasi virus yang bisa mencapai delapan minggu, kekhawatiran akan munculnya gejala baru masih menghantui.
Rencananya, kapal akan melanjutkan perjalanan ke Kepulauan Canary. Di sana, para penumpang akan menjalani pemeriksaan menyeluruh dan perawatan sebelum akhirnya dipulangkan ke negara masing-masing.
Baca Juga:
Waspada Ketagihan Gula, Ahli Gizi Ungkap Dampak Rasa Manis bagi Otak
Dr. Lucille Blumberg, spesialis penyakit menular dari Afrika Selatan, menduga wabah mungkin bermula dari ekspedisi pengamatan burung (birding) saat kapal bersandar di daratan. Namun, para ilmuwan masih berpacu dengan waktu untuk melakukan "sidik jari" atau pengurutan genetik pada virus guna memastikan asal-usul pastinya.
Bagi mereka yang berada di atas kapal, situasi ini merupakan ujian mental yang berat.
"Saya tahu ini pasti menakutkan; merasa takut bahwa Anda mungkin telah terpapar virus demam berdarah yang sangat mengerikan. Itu sangat mencemaskan," tambah Klein.
Baca Juga:
Fasilitas Kesehatan Rusak Parah, Iran Terancam Kekurangan Alat Medis Penting
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.