WAHANANEWS.CO, Jakarta - Gerakan untuk mendukung keberhasilan ibu menyusui terus menunjukkan perkembangan positif, terutama di kalangan ibu muda.
Kesadaran akan pentingnya pendampingan menyusui sejak masa kehamilan hingga pascamelahirkan kini semakin meningkat.
Baca Juga:
Proyek BKG Bandung–Kawasaki Catat Dampak Positif bagi Lingkungan Air
Pendampingan yang tepat dinilai dapat membantu ibu menjalani proses menyusui dengan lebih terarah, aman, dan berkelanjutan.
Seiring meningkatnya kebutuhan tersebut, pendampingan menyusui yang mengacu pada rujukan medis (scientific-based) dianggap semakin relevan.
Menjawab kebutuhan itu, Mom Uung sebagai produk lokal yang fokus mendukung gerakan menyusui dan laktasi, membentuk tim Medical Doctor untuk memperkuat layanan pendampingan bagi ibu menyusui.
Baca Juga:
Indonesia Luncurkan Jarum Suntik Halal Pertama dengan Teknologi E-Beam
Pembentukan tim Medical Doctor Mom Uung diperkenalkan secara resmi melalui acara bertajuk “Level Up Breastfeeding Journey with Medical Doctors of Mom Uung” yang diselenggarakan di Aminta Hall, Jakarta, pada Minggu, 18 Januari 2026.
Acara ini menjadi langkah strategis Mom Uung dalam menghadirkan pendekatan pendampingan menyusui yang lebih komprehensif dan berbasis medis.
Tim Medical Doctor Mom Uung terdiri dari tenaga kesehatan lintas disiplin, mulai dari dokter spesialis kandungan, dokter spesialis anak, hingga dokter spesialis gizi.
Tim tersebut di antaranya melibatkan Agus Heriyanto sebagai dokter spesialis kandungan, Elizabeth Margaretha sebagai dokter dengan fokus layanan kesehatan ibu dan anak, serta Natasya Ayu Andamari sebagai dokter spesialis anak.
Selain itu, terdapat dr. Pritta Diyanti Karyaman sebagai konsultan laktasi, Ian Suryadi Suteja sebagai dokter spesialis anak, Kendry Savira Yordian sebagai dokter spesialis kandungan, serta Diana Felicia Suganda sebagai dokter spesialis gizi.
Kehadiran tim medis ini diharapkan dapat mendampingi ibu menyusui secara menyeluruh, mulai dari masa kehamilan hingga periode menyusui setelah melahirkan.
Pendiri Mom Uung, Uung Victoria Finky, menegaskan bahwa keterlibatan tenaga medis bertujuan memastikan pendampingan menyusui memiliki dasar keilmuan yang kuat.
“Kami melibatkan tenaga medis supaya pendampingan menyusui yang diberikan memiliki dasar medis yang jelas dan tidak sekadar berdasarkan asumsi,” kata Uung.
Dokter spesialis gizi, dr. Diana Felicia Suganda, menyampaikan bahwa pemenuhan gizi ibu merupakan faktor penting yang tidak dapat dipisahkan dari proses menyusui.
Sementara itu, dokter spesialis kandungan dr. Agus Heriyanto menekankan pentingnya persiapan menyusui sejak masa kehamilan agar ibu memiliki pemahaman yang memadai dan tidak bergantung pada informasi yang tidak berbasis medis.
Dalam sesi diskusi, dr. Kendry Savira Yordian menjelaskan bahwa persiapan menyusui sudah dapat dimulai sejak trimester ketiga kehamilan.
Pada fase ini, ibu hamil diperbolehkan mengonsumsi asupan pendukung yang aman.
Namun, ia mengingatkan agar ibu tetap cermat memperhatikan kandungan produk yang dikonsumsi serta menghindari zat yang berpotensi memicu kontraksi dini.
Setelah melahirkan, pendampingan menyusui dapat difokuskan pada pemenuhan nutrisi yang telah melalui proses pengujian klinis.
Pendekatan ini bertujuan membantu menjaga volume serta kualitas ASI selama masa menyusui, sehingga kebutuhan nutrisi bayi tetap terpenuhi secara optimal.
Dokter spesialis anak, dr. Ian Suryadi Suteja, menambahkan bahwa nutrisi pendukung alami seperti daun kelor, ikan gabus, dan daun katuk dapat membantu menjaga kualitas ASI.
Ia juga menyebut bahwa kenaikan berat badan bayi yang proporsional menjadi salah satu indikator pertumbuhan yang sehat pada bayi yang mendapatkan ASI secara optimal.
Selain paparan medis, pengalaman menyusui juga dibagikan oleh Mom Influencer Fanny Kondoh dan Hesfi Natia.
Keduanya mengungkapkan bahwa dukungan nutrisi yang berbasis medis memberikan dampak positif terhadap kualitas ASI, yang selanjutnya berpengaruh pada tumbuh kembang bayi secara lebih optimal.
Sejalan dengan pembentukan tim Medical Doctor, Mom Uung juga menyesuaikan layanan serta produknya agar selaras dengan kebutuhan ibu menyusui dan tumbuh kembang anak.
Seluruh produk Mom Uung dikembangkan bersama tim dokter untuk memastikan kesesuaian kandungan gizi bagi ibu menyusui serta mendukung pertumbuhan anak.
“Jurnal penelitian internasional pada Desember 2025 membuktikan bahwa ASI Booster Mom Uung efektif dalam meningkatkan suplai dan kualitas ASI,” ujar Uung.
Tidak hanya membentuk tim medis, Mom Uung juga menggelar sesi edukasi bertajuk “Smart Pump, Smart Moms”.
Kegiatan ini diikuti oleh 32 peserta dan membahas cara memilih pompa ASI sesuai standar medis. Sejumlah Mom Influencer seperti Aaliyah Massaid, Hany Soegianto, dan Athya Rachmani turut hadir dalam kegiatan edukatif tersebut.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]