WahanaNews.co | Beberapa hari lagi umat muslim merayakan Hari Raya Iduladha 2023. Umat muslim diwajibkan berkurban bagi yang mampu.
Bagi yang ingin berkurban, jangan sembarangan memilih hewan kurban agar hewan yang dikurbankan bermanfaat buat orang lain.
Sahabat WahanaNews.co, berikut ini ada 5 tips memilih hewan kurban yang baik ala BAZNAS dikutip dari laman uinsgd.ac.id:
Baca Juga:
Pertamina Patra Niaga Salurkan 1.193 Hewan Kurban di Momen Iduladha 2024
1. Pastikan hewan ternak
Umat muslim diperintahkan untuk mengkurbankan hewan ternak. Hewan ternak yang diperbolehkan adalah unta, kambing, domba, sapi, dan kerbau.
Hewan-hewan ini sudah memenuhi ketentuan sebagai hewan ternak yang sehat dan layak untuk dikurbankan.
Baca Juga:
Sapi Ngamuk di Lampung, Panitia Kurban Muntah Darah Ditendang
2. Umur hewan kurban
Umur hewan yang dikurbankan penting karena hewan kurban memiliki umur yang disyaratkan berbeda-beda.
Apabila ingin berkurban kambing atau domba, umur yang disyaratkan memenuhi kriteria kurban minimal berumur 1 tahun.
Kemudian, jika ingin berkurban sapi atau kerbau, umur yang masuk kriteria kurban adalah 2 tahun.
Cara mudah mengetahui usia hewan kurban melalui catatan kelahiran ternak yang dimiliki oleh pemilik.
Selain itu, juga dapat melakukan metode cek gigi hewan yakni jika gigi susu hewan tersebut telah tanggal (dua gigi susu yang di depan), hal tersebut menandakan ternak (kambing dan domba) telah berumur sekitar 12-18 bulan, sedangkan sapi dan kerbau sekitar 22 bulan.
3. Hewan kurban tidak cacat
Hewan kurban harus dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan tanda-tanda sakit seperti demam, kurang nafsu makan, kudis, ada ekskreta (buangan) dari lubang hidung, bulu kusam dan berdiri, mata cekung dan kotor, diare, serta lemas.
Hewan ternak yang dipilih haruslah hewan ternak yang sehat cuping hidungnya basah, tetapi bukan karena flu.
Selain itu lihat juga bulunya yang harus bersih dan mengkilap. Cek juga pernafasan dan juga detak jantungnya.
Lebih baik lagi menanyakan tentang Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebagai acuan kesehatan hewan tersebut.
Hewan kurban tidak sah jika mengalami buta sebelah atau jelas sekali kebutaannya. Jika tidak sah, hewan tersebut memiliki status sebagai daging biasa bukan menjadi kurban.
4. Hewan kurban tidak kurus
Kondisi fisik dari hewan kurban juga perlu diperhatikan dan pastikan calon hewan kurban memiliki nafsu makan yang baik, lincah, mata bersinar, dan bulu tidak kusam.
Karena dengan nafsu makan yang baik dan lincah, otomatis kondisi hewan akan terlihat gemuk dan tidak seperti hewan yang memiliki penyakit.
5. Pemilihan lokasi pembelian hewan kurban
Pemilihan tempat membeli hewan kurban juga tak kalah penting. Jangan sampai membeli hewan kurban yang diternak di tempat pembuangan sampah.
Hewan yang dijual di lokasi seperti ini, berpotensi hewan mengandung bahan berbahaya bagi tubuh yang nanti akan mengonsumsinya.
Pilihlah hewan kurban yang diternak di lingkungan yang bersih dan jauh dari polusi udara, karena berpengaruh pada tingkat stres yang akan dialami oleh hewan yang berimbas pada kesehatan tubuhnya.
[Redaktur: Zahara Sitio]