WAHANANEWS.CO, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menyoroti masih tingginya angka kematian bayi akibat penyakit jantung bawaan (PJB) di Indonesia.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi persoalan serius yang membutuhkan langkah cepat dan terukur dari pemerintah, terutama dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi anak-anak yang membutuhkan penanganan medis segera.
Baca Juga:
Baleg DPR Pastikan RUU Masyarakat Adat Jadi Prioritas, Nyoman Parta: Negara Tak Akan Dirugikan
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sekitar 6.000 bayi di Indonesia meninggal dunia setiap tahun karena tidak memperoleh tindakan operasi jantung pada waktu yang tepat.
Kondisi ini dinilai mencerminkan masih terbatasnya kapasitas layanan kesehatan, khususnya untuk penanganan penyakit jantung bawaan pada anak.
"Data ini menjadi pengingat bahwa masih banyak anak Indonesia yang kehilangan kesempatan hidup akibat keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Ini adalah persoalan mendesak yang harus menjadi perhatian bersama," ujar Netty dikutip dari situs resmi DPR, Rabu (5/8/2026).
Baca Juga:
Setjen DPR RI Perkuat Tata Kelola Aset Negara Lewat Digitalisasi Terintegrasi
Ia menjelaskan, Indonesia mencatat sekitar 4,8 juta kelahiran setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, diperkirakan sekitar 48.000 bayi lahir dengan kelainan jantung bawaan.
Sebanyak 12.000 di antaranya membutuhkan tindakan operasi sesegera mungkin agar peluang hidup dan kesembuhannya dapat meningkat.
Namun demikian, kemampuan layanan operasi jantung anak secara nasional saat ini baru mampu menangani sekitar 6.000 kasus setiap tahun.