"Prioritas kami adalah memastikan pasien yang terdampak menerima perawatan, memastikan penumpang yang tersisa di kapal tetap aman dan diperlakukan dengan bermartabat, dan mencegah penyebaran virus lebih lanjut," jelas Tedros.
WHO juga mengungkapkan telah mengambil sejumlah langkah sejak pertama kali menerima laporan terkait situasi tersebut pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Baca Juga:
Virus Langka Mematikan di Kapal Pesiar Kini Menyebar ke Pesawat, WHO Lacak Penumpang
Salah satu langkah terbaru adalah menempatkan seorang ahli kesehatan di atas kapal. Ini dilakukan untuk membantu penilaian medis menyeluruh terhadap seluruh penumpang dan awak kapal.
Selain itu, WHO juga mengumpulkan data penting guna mengevaluasi risiko penularan infeksi pada orang-orang yang berada di kapal. Untuk memperkuat kapasitas pemeriksaan, WHO mengatur pengiriman 2.500 alat diagnostik dari Argentina ke laboratorium di lima negara.
Organisasi tersebut juga tengah menyusun panduan operasional terkait proses pendaratan dan perjalanan lanjutan yang aman, serta tetap menghormati hak dan kenyamanan penumpang maupun awak kapal saat mereka tiba di tujuan.
Baca Juga:
Waspada Ketagihan Gula, Ahli Gizi Ungkap Dampak Rasa Manis bagi Otak
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.