WAHANANEWS.CO - Penolakan vaksin masih jadi tantangan serius, bahkan di tengah upaya mengejar target ratusan ribu anak, sebagian orang tua di Banten sempat menolak imunisasi campak untuk buah hatinya.
Dinas Kesehatan Provinsi Banten mengungkap adanya kendala dalam pelaksanaan vaksinasi campak karena masih ditemukan warga yang menolak anak dan balitanya untuk diimunisasi.
Baca Juga:
Bupati Aep Raih Penghargaan Warta Kota Awards 2026 atas Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik
Kepala Dinkes Banten Ati Pramudji Hastuti menyebut pihaknya menargetkan sekitar 380 ribu anak dan balita di seluruh wilayah Banten mendapatkan vaksin campak.
Ia menjelaskan penolakan dari masyarakat memang terjadi dan umumnya disebabkan kurangnya pemahaman terkait manfaat vaksin.
"Penolakan pasti ada. Jadi, dengan berbagai hal, mungkin saja karena mereka juga belum yakin manfaat yang ada. Tetapi, dengan adanya edukasi yang dilakukan, dibantu mulai pak RT, pak RW, kemudian dengan berbagai pihak, tentunya organisasi masyarakat ya, alhamdulillah tadinya penolakan pelan-pelan mau," ujar Ati pada Jumat (24/4/2026).
Baca Juga:
Karawang Jadi Lokasi Perdana Peluncuran Biodiesel B50, Dukung Kemandirian Energi Nasional
Menurutnya, alasan penolakan beragam, mulai dari kekhawatiran anak menjadi sakit setelah disuntik hingga keraguan terkait kehalalan vaksin.
"Macam-macam alasan, takut sakit, anak saya sehat habis disuntik takut sakit, ya macam-macamlah ya. Ada yang khawatir vaksinnya haram, kita jelaskan kehalalan vaksin. Nggak dibiarkan, yang nggak mau kan edukasi dari banyak pihak akhirnya disuntik karena target kita 100 persen," katanya.
Ati menyebut hingga saat ini capaian vaksinasi sudah mencapai sekitar 68 persen dari target yang ditetapkan.