Studi baru yang melibatkan 29 penduduk daerah Chicago dengan kasus infeksi Covid-19 sebelumnya berdasarkan pengujian PCR, dan kelompok lain yang terdiri dari 30 orang tanpa riwayat seperti itu. Peserta rata-rata berusia 42 tahun, dan sekitar tiga perempatnya adalah wanita.
Baca Juga:
Kapolda Jambi Jalin Silaturahmi dengan Pondok Pesantren Darul Arifin, Tekankan Pendidikan Disiplin dan Pemanfaatan Teknologi Secara Positif
Studi ini menyoroti bahwa infeksi sebelumnya saja bukanlah pertahanan yang kuat terhadap timbulnya kasus Covid-19: Pada awal, unit sewenang-wenang (AU/mL) dalam sampel darah untuk antibodi terhadap SARS-CoV-2 pada orang yang sebelumnya pernah mengalami virusnya sekitar 621.
Setelah satu dosis vaksin Pfizer, tingkat itu melonjak ke tingkat yang jauh lebih protektif yaitu 30.000 AU/mL dan saat ditambahkan dengan vaksin dosis kedua hanya mendorong angka itu sedikit lebih tinggi, menjadi sekitar 37.000 AU/mL.
Baca Juga:
Kadis Kesehatan DKI Minta Warga Waspadai Penularan Campak Saat Silaturahmi Lebaran
Untuk orang-orang yang belum pernah mengalami SARS-CoV-2 sebelumnya, dua dosis vaksin pasti diperlukan untuk mencapai tingkat antibodi pelindung yang baik. Setelah satu dosis, antibodi kelompok ini rata-rata lebih dari 1.800 AU/mL dalam sampel darah, tetapi setelah mendapatkan dosis kedua, jumlah itu melonjak menjadi lebih dari 15.000 AU/mL, kata tim peneliti.