WAHANANEWS.CO, Jakarta - Musim mudik sering kali menjadi momen yang dinanti banyak orang untuk kembali berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.
Namun perjalanan yang ditempuh biasanya cukup panjang, bahkan bisa memakan waktu berjam-jam hingga berhari-hari.
Baca Juga:
Kolam Retensi Tak Kunjung Rampung, Apakah JBC Abaikan Teguran DLH Kota Jambi ?
Kondisi tersebut tentu dapat menguras tenaga, sehingga para pemudik perlu mempersiapkan diri dengan baik agar tubuh tetap sehat dan bugar selama perjalanan.
Melansir Siloam Hospitals, salah satu langkah penting yang perlu dilakukan sebelum berangkat mudik adalah memastikan tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
Tubuh yang segar dan tidak kelelahan akan membantu pemudik tetap fokus serta menjaga konsentrasi selama perjalanan jauh, terutama bagi mereka yang mengemudikan kendaraan sendiri.
Baca Juga:
Dirlantas Polda Jambi Sarankan Pemudik Hendaknya Ambil Jalur Lintas Barat Hindari Kemacetan
Selain beristirahat dengan cukup, pemudik juga dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang bergizi sebelum memulai perjalanan.
Asupan nutrisi yang seimbang, seperti karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral, dapat membantu menjaga stamina serta memberikan energi yang cukup bagi tubuh selama di perjalanan.
Kebutuhan cairan tubuh juga tidak boleh diabaikan. Pemudik disarankan membawa persediaan air minum yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
Kurangnya cairan dapat menyebabkan tubuh cepat lelah, pusing, hingga sakit kepala yang dapat mengganggu kenyamanan selama perjalanan.
Bagi pemudik yang mengemudikan kendaraan sendiri, penting untuk mengatur waktu istirahat secara berkala.
Berhenti sejenak setiap dua hingga tiga jam dapat membantu mengurangi rasa lelah dan menjaga kewaspadaan saat berkendara. Hal ini juga dapat menurunkan risiko terjadinya kecelakaan akibat kelelahan.
Saat berhenti di area istirahat, pemudik disarankan melakukan peregangan ringan. Gerakan sederhana seperti meregangkan tangan, kaki, dan punggung dapat membantu melancarkan peredaran darah setelah duduk terlalu lama di dalam kendaraan.
Selain itu, pemudik juga sebaiknya membawa obat-obatan pribadi serta perlengkapan kesehatan sederhana seperti minyak angin, vitamin, atau obat penurun demam.
Perlengkapan ini sangat penting terutama bagi pemudik yang memiliki riwayat penyakit tertentu agar dapat segera ditangani jika keluhan muncul selama perjalanan.
Menjaga kebersihan selama perjalanan juga tidak kalah penting. Membawa hand sanitizer atau tisu basah dapat membantu membersihkan tangan setelah menyentuh berbagai benda di tempat umum, sehingga dapat mengurangi risiko penularan penyakit.
Bagi pemudik yang masih menjalankan ibadah puasa, disarankan untuk memilih waktu perjalanan pada sore hari atau malam hari.
Perjalanan pada siang hari berisiko membuat tubuh lebih cepat mengalami dehidrasi akibat paparan sinar matahari dan terbatasnya asupan cairan.
Sementara itu, perjalanan pada malam hari dinilai lebih nyaman karena tubuh memiliki energi yang lebih optimal setelah berbuka puasa.
Selain itu, selama perjalanan pemudik juga dapat mengonsumsi makanan dan minuman untuk menambah energi sehingga tubuh tidak mudah merasa lemas.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]