WAHANANEWS.CO, Jakarta - Dokter spesialis penyakit dalam konsultan reumatologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Faisal Parlindungan, menyebut terdapat 12 pertanyaan skrining mandiri atau memeriksa lupus sendiri (Saluri) yang dapat membantu mendeteksi dini gejala lupus, terutama pada perempuan usia subur.
"Jika ada wanita dengan ada gejala yang tidak jelas apa sebabnya, kemudian memiliki riwayat keluarga dengan penyakit autoimun, maka silakan lakukan saluri," kata Faisal Parlindungan dalam seminar daring yang diadakan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Senin (11/5/2026).
Baca Juga:
Masuki Musim Pancaroba, Dinkes Tangerang dan Tangsel Imbau Warga Tak Panik Hadapi Super Flu
Ke-12 pertanyaan itu yakni terkait apakah mengalami demam lebih dari 38 derajat Celcius dengan sebab tidak jelas, merasa lelah dan lemah berlebihan, sensitif terhadap sinar matahari, rambut rontok.
Kemudian, ruam merah berbentuk kupu-kupu yang sayapnya melintang dari pipi ke pipi, ruam kemerahan di kulit, sariawan tidak sembuh-sembuh terutama di atap rongga mulut, nyeri dan bengkak pada persendian terutama di lengah dan tungkai.
Berikutnya, ujung-ujung jari tangan dan kaki menjadi pucat hingga kebiruan saat udara dingin, nyeri dada terutama saat berbaring dan menarik napas, kejang atau kelainan saraf lainnya, serta kelainan hasil pemeriksaan laboratorium seperti penurunan kadar sel darah merah, dan lainnya.
Baca Juga:
Per Januari 2026: Berikut Daftar 21 Penyakit Tak Ditanggung BPJS Kesehatan
"Jika dijumpai minimal empat jawaban 'iya', maka dapat dicurigai, jangan-jangan ini adalah lupus," kata Faisal.
Dia menganjurkan pasien dengan hasil kuesioner Saluri positif untuk mengunjungi fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) agar bisa dilakukan pemeriksaan lanjutan.
"Di FKTP, bisa melakukan deteksi dini lupus. Tentu dengan populasi-populasi yang kita targetkan, yaitu wanita usia subur dengan usia di atas 18 tahun. Kita bisa melakukan wawancara," kata dia.