Kurangnya cairan dapat menyebabkan tubuh cepat lelah, pusing, hingga sakit kepala yang dapat mengganggu kenyamanan selama perjalanan.
Bagi pemudik yang mengemudikan kendaraan sendiri, penting untuk mengatur waktu istirahat secara berkala.
Baca Juga:
Irwansyah Kembali Pimpin PWI Kota Jambi, Fokus Perkuat Soliditas Organisasi
Berhenti sejenak setiap dua hingga tiga jam dapat membantu mengurangi rasa lelah dan menjaga kewaspadaan saat berkendara. Hal ini juga dapat menurunkan risiko terjadinya kecelakaan akibat kelelahan.
Saat berhenti di area istirahat, pemudik disarankan melakukan peregangan ringan. Gerakan sederhana seperti meregangkan tangan, kaki, dan punggung dapat membantu melancarkan peredaran darah setelah duduk terlalu lama di dalam kendaraan.
Selain itu, pemudik juga sebaiknya membawa obat-obatan pribadi serta perlengkapan kesehatan sederhana seperti minyak angin, vitamin, atau obat penurun demam.
Baca Juga:
Waspada Phishing! Jangan Asal Klik Link Video 'Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit' yang sedang trending
Perlengkapan ini sangat penting terutama bagi pemudik yang memiliki riwayat penyakit tertentu agar dapat segera ditangani jika keluhan muncul selama perjalanan.
Menjaga kebersihan selama perjalanan juga tidak kalah penting. Membawa hand sanitizer atau tisu basah dapat membantu membersihkan tangan setelah menyentuh berbagai benda di tempat umum, sehingga dapat mengurangi risiko penularan penyakit.
Bagi pemudik yang masih menjalankan ibadah puasa, disarankan untuk memilih waktu perjalanan pada sore hari atau malam hari.