WAHANANEWS.CO - Virus Nipah kembali menjadi sorotan setelah dilaporkan mewabah di India. Meski tergolong jarang, virus ini dinilai sangat berbahaya dan tidak bisa dianggap sepele.
Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia, terutama melalui kelelawar sebagai inang alaminya. Penularan dapat terjadi lewat air liur, urine, maupun buah yang sebagian telah dimakan kelelawar.
Baca Juga:
Kemenkes Temukan Satu dari Empat Remaja Alami Anemia dalam Program CKG Sekolah
Kasus infeksi Nipah memang tidak sering terjadi, namun dampaknya bisa sangat serius karena kondisi penderita dapat memburuk dengan cepat setelah terinfeksi.
Gejala awal virus Nipah umumnya berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, hingga gangguan pernapasan, yang dalam banyak kasus berkembang menjadi peradangan otak atau ensefalitis dengan tingkat kematian tinggi.
“Virus Nipah pertama kali masuk ke tubuh manusia melalui replikasi di saluran pernapasan bagian atas sebelum menyebar ke aliran darah, yang kemudian memungkinkan virus tersebut menginfeksi sistem kardiovaskular dan berbagai tubuh lainnya,” ujar dokter spesialis saraf RS CK Birla, India, Deep Das, dikutip Kamis (29/1/2026).
Baca Juga:
Manis Alami Tak Selalu Aman, Ini Daftar Buah Tinggi Gula yang Perlu Dibatasi
Deep Das menjelaskan, salah satu alasan virus Nipah sangat berbahaya adalah kemampuannya merusak pembuluh darah, sehingga virus dapat menembus sawar darah-otak dan mencapai jaringan otak.
“Virus Nipah bisa menyebabkan peradangan otak yang ekstrem, yang mengakibatkan pembengkakan otak dan berkembang menjadi ensefalitis,” jelas Das.
Pada tahap awal, infeksi Nipah mungkin hanya menimbulkan demam, sakit kepala, dan nyeri otot, namun seiring waktu penderita bisa mengalami kebingungan, kejang, hingga kehilangan kesadaran.
Pembengkakan otak yang parah, lanjut Das, dapat membuat tubuh kehilangan kendali atas fungsi vital, termasuk pernapasan dan pengaturan detak jantung.
“Klasifikasi darurat medis Nipah memerlukan diagnosis segera dan isolasi intensif serta perawatan neurologis yang lengkap karena perkembangannya ke tahap yang mengancam jiwa terjadi dengan cepat, yang meningkatkan risiko kematian,” tegas Das.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada dengan cara mencuci buah hingga bersih, menghindari buah yang terkena getah, serta memahami gejala awal virus Nipah agar bisa dideteksi sejak dini.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]