WAHANANEWS.CO, Jakarta - Tren kanker ginjal pada usia dewasa muda meningkat, seiring dengan catatan kasus penyakit ginjal kronis terus bertambah setiap tahun.
Sejumlah kebiasaan makan sehari-hari ternyata bisa meningkatkan risiko penyakit tersebut.
Baca Juga:
Lonjakan Campak 2026 Picu KLB di 11 Provinsi, Komisi IX Minta Aksi Cepat Pemerintah
Dokter mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap konsumsi makanan yang tinggi bahan tambahan dan melalui proses pengolahan berlebih.
Dokter spesialis anak konsultan hematologi-onkologi, dr Nur Melani Sari, SpA-Subsp.HO menjelaskan pada dasarnya sel dalam tubuh manusia, termasuk pada orang dewasa, dapat mengalami perubahan atau mutasi.
Menurutnya, mutasi tersebut bisa dipicu oleh berbagai faktor, salah satunya gaya hidup tidak sehat, termasuk pola makan.
Baca Juga:
Dirut TVRI Iman Brotoseno Mundur, Tegaskan Tak Ada Tekanan Politik
"Kebiasaan yang sifatnya umum, kita sebaiknya mengurangi makanan yang mengandung pengawet, makanan ultra processed, serta pemanis berlebih," jelasnya dalam konferensi pers Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, sel-sel tubuh pada orang dewasa sebenarnya dapat mengalami perubahan secara alami. Namun, perubahan tersebut bisa berkembang menjadi masalah jika diprovokasi faktor eksternal, termasuk gaya hidup.
"Sel pada orang dewasa itu secara alami bisa mengalami perubahan, kemudian terjadi mutasi yang diprovokasi oleh gaya hidup," ujarnya.