Koordinasi itu dilakukan untuk memastikan penanganan kasus berjalan profesional, objektif, dan transparan.
Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, menegaskan peristiwa tersebut dipandang sebagai kesalahpahaman spontan di lapangan.
Baca Juga:
Soundbar Berubah Jadi 'Keyboard Hantu', Komputer Korban Bisa Diperintah Diam-diam
Henry menyebut insiden itu tidak mencerminkan hubungan kelembagaan TNI dan Polri secara keseluruhan.
"Kapolda NTT dan Pangdam IX/Udayana, serta Danrem memiliki komitmen yang sama bahwa kejadian ini merupakan kesalahpahaman yang bersifat spontan," kata Henry dalam keterangannya.
Ia menegaskan hubungan kedua institusi tetap terjaga meski insiden tersebut sempat memicu perhatian publik.
Baca Juga:
Sistem Kelistrikan Khatulistiwa Tetap Andal, PLN Siapkan Berbagai Skema Pasokan
"Hubungan persaudaraan, kekompakan, dan sinergisitas TNI-Polri tetap terjaga dengan sangat baik," kata Henry.
Sebagai bentuk keseriusan penanganan kasus, tim gabungan khusus telah diturunkan ke Labuan Bajo.
Tim tersebut terdiri dari Bidang Propam Polda NTT dan Polisi Militer Angkatan Darat atau POM AD.