WAHANANEWS.CO, Jakarta - Media sosial kini bukan lagi sekadar ruang berbagi kabar, melainkan telah menjelma menjadi kekuatan yang mampu menggerakkan opini, massa, hingga dinamika politik.
Perkembangan itu menunjukkan bahwa fungsi media sosial semakin meluas seiring perubahan cara masyarakat berkomunikasi dan menyerap informasi.
Baca Juga:
Lewat Tim Ekspedisi Patriot, Mahasiswi Asal Jakarta Belajar dan Mengabdi di Papua
Guru Besar Media FISIP Universitas Airlangga atau UNAIR, Prof Dra Rachmah Ida MComms PhD, mengatakan media sosial pada awalnya hadir untuk membangun social network atau jejaring sosial.
Namun, menurut Ida, fungsi media sosial terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.
"Komunikasi tatap muka sekarang jauh berkurang daripada komunikasi yang berlangsung melalui media," ucap Ida, dikutip Jumat (12/6/2026).
Baca Juga:
Komisi IX DPR Kebut Revisi UU Ketenagakerjaan Saat Reses, Outsourcing Jadi Sorotan
Ida menjelaskan media sosial memiliki karakter yang berbeda dengan media massa.
Media massa bekerja melalui proses jurnalistik yang terstruktur, sedangkan media sosial membuka ruang bagi setiap pengguna untuk menjadi produsen sekaligus penyebar informasi.
Perubahan itu membuat media sosial tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat berjejaring atau berbagi aktivitas pribadi.