WAHANANEWS.CO -
Hilangnya atlet golf Jesslyn Wijaya usai menghadiri perayaan ulang tahun neneknya memunculkan berbagai tanda tanya, sementara pihak calon suaminya mengaku tidak sepenuhnya percaya dengan narasi penculikan dan mengungkap sejumlah kejanggalan yang mereka temukan.
Baca Juga:
Kasus Penyekapan Karyawan di Senen Disorot Said Iqbal, Disebut Langgar Sila Kedua Pancasila
Kuasa hukum calon suami atlet golf Jesslyn Wijaya, Andi Darti, mengungkapkan kliennya, Evan, meragukan kabar bahwa Jesslyn menjadi korban penculikan setelah menghadiri acara ulang tahun neneknya di sebuah restoran di Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026).
Andi Darti menjelaskan Jesslyn telah meninggalkan rumah orang tuanya sekitar 10 bulan lalu dan tinggal di sebuah apartemen di kawasan Pluit serta berencana menikah dengan Evan dalam waktu dekat.
"Dia keluar dari rumah orang tuanya. Dia hidup di apartemen, tinggal di apartemen di daerah Pluit, sudah hampir 10 bulan. Nah, si Jesslyn ini itu juga dalam waktu dekat juga akan segera menikah dengan Evan," kata Andi Darti.
Baca Juga:
Kasus Penyekapan Karyawan Percetakan Masuk Babak Baru, 7 Orang Ditahan Polisi
Ia menuturkan Jesslyn sempat membeli kue ulang tahun bersama Evan sebelum menghadiri perayaan ulang tahun neneknya pada Senin (13/7/2026), meski sebelumnya tidak merespons undangan dari keluarganya.
"Saat itu Jesslyn diminta untuk membawa kue ulang tahun. Nah, terus Jesslyn datang, sempat membeli kue ulang tahun bersama dengan pacarnya, Evan," ujarnya.
Menurut Andi Darti, Evan masih berkomunikasi dengan Jesslyn sekitar pukul 19.00 WIB, namun sejak sekitar pukul 21.30 WIB seluruh upaya menghubungi Jesslyn tidak lagi mendapat respons sehingga Evan mendatangi restoran tempat acara berlangsung.
Sesampainya di lokasi, Evan masih menemukan kue ulang tahun yang dibeli Jesslyn dan kemudian meminta keterangan kepada kerabat, pegawai restoran, serta tukang parkir yang disebut memberikan informasi bahwa Jesslyn diduga dibawa secara paksa oleh orang tak dikenal.
"Nah, akhirnya dia diberitahu ada peristiwa Jaslyn diikat matanya, dibekap, baru digendong secara paksa, dimasukkan ke mobil. Jesslyn sempat memberontak, minta tolong, sempat keluar dari mobil tetapi didorong lagi," ceritanya.
Andi Darti mengatakan Evan terus berupaya menghubungi Jesslyn melalui telepon seluler, surat elektronik, hingga media sosial, bahkan meminta bantuan rekannya untuk melacak lokasi telepon genggam Jesslyn.
"Evan juga minta tolong ke temannya untuk mencari tahu posisi HP-nya Jaslyn. Menurut Evan, HP-nya masih memancar dari rumah orang tuanya yang di Ancol, yang di Puri Jimbaran," kata Darti.
Evan kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke polisi dan mengikuti olah tempat kejadian perkara (TKP), namun rekaman CCTV di restoran tidak dapat diperiksa karena perangkat disebut telah rusak.
"Menurut salah seorang pegawai restoran, CCTV itu sudah tidak berfungsi sejak 3 bulan yang lalu. Tapi kami juga mencurigai ya, artinya menduga lah ya, bisa saja ini ada kerja sama juga antara pemilik restoran dengan pihak yang diduga merampas kemerdekaan Jesslyn," ucapnya.
Pihak Evan bersama polisi juga mendatangi rumah orang tua Jesslyn dan bertemu dengan adik kandung Jesslyn berinisial R, namun menurut Andi Darti, keluarga disebut tidak menyambut baik kedatangan petugas.
"Seharusnya kan dia bisa menerima Polres dengan baik ya. Ada kooperatifnya Polres yang menyampaikan itu, tetapi mereka malah ya seakan menantang Polres, bahwa dia nggak terima didatangin, gitu," tuturnya.
Setelah itu, Evan mendatangi apartemen Jesslyn dan menemukan barang-barang pribadi milik calon istrinya, sementara pihaknya juga memperoleh informasi bahwa Jesslyn diduga dibawa menggunakan mobil sewaan sehingga muncul dugaan adanya perencanaan dalam peristiwa tersebut.
Andi Darti menyebut hubungan Evan dengan keluarga Jesslyn tidak harmonis dan menduga rencana pernikahan keduanya bisa menjadi pemicu munculnya persoalan tersebut, meski ia menegaskan hal itu masih sebatas dugaan.
"Sepengetahuan saya, hubungan antara Evan dengan keluarganya Jesslyn adalah tidak harmonis. Dan diduga juga, rencana perkawinan mereka itulah yang menjadi pemicu dari takdir semua ini ya. Kita belum tahu ya, kita hanya menduga. Tetapi bisa jadi momen ulang tahun itu adalah momen yang dimanfaatkan untuk bisa menarik Jesslyn dari Evan," ungkapnya.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]