Menurut SS, selama ini FP tidak ada iktikad menemui Grace semasa hidup dan baru belakangan ini saja ia datang. SS juga menuding FP pernah tertangkap karena narkoba.
"Terus dia bisa ketangkap dua kali karena barang narkoba. Terus si FP ini tidak ada iktikad baik datang ke rumah, baru belakangan, dua minggu yang lalu (FP) menyatakan itu, itu memang benar. Itu pun dia datang yang nemuin papa, saya di kantor," sambungnya.
Baca Juga:
Polisi Usut Kasus Pria Tewas di Apartemen Cengkareng, Jakarta Barat
SS merasa heran lantaran mantan suami yang melaporkan dirinya ke polisi. Dia mengaku tidak bisa mempercayakan Grace kepada FP karena selama ini menurutnya mantan suaminya itu tidak bertanggung jawab.
"Sekarang gini, saya bukan sakit hati saya nggak terima apa gimana, nggak. Dari awal pisah sampai detik ini dia ke mana? Kenapa baru kejadian seperti ini dia menuntut saya? Saya balikin dong, dia ke mana? Bahkan ada bukti chat-nya kok saya bilang 'FP gua minta Rp 100 ribu, Grace sakit muntah-muntah', (dijawab), 'Yah SS, kepake uangnya," ungkap SS.
"Lah bagaimana ceritanya? Bagaimana saya mau percaya dia untuk titipin anak saya? Posisi anak saya sakit minta duit untuk bawa ke dokter nggak ada kok, saya ada bukti chat-nya," imbuhnya.
Baca Juga:
Prostitusi Anak di Apartemen Kelapa Gading, Korban Dibayar Rp50 Ribu Per Tamu
"Dibilang saya lalai sama anak. Dia ke mana selama ini? Bahkan saya pernah datang loh ke rumah dia untuk ngemis minta susu sama Pampers, itu baru dia kasih. Itu saya lalai dari mana? Saya nggak mengizinkan dia untuk ketemu dengan anak saya dari mana? Sekali saya datang ke sana, kok enak saya yang terus-terusan ke sana, posisi malam. Kalau saya di tengah jalan ada apa-apa gimana? Saya suruh ke sini nggak mau, nggak pernah ada iktikad baik datang," beber SS.
Ayah Polisikan Mantan Istri
FP, ayah kandung balita Grace (2), korban tewas dianiaya di Apartemen Kalibata City, Jaksel, melaporkan mantan istri atau ibunda Grace, SS (23), ke polisi. SS dilaporkan atas dugaan penganiayaan anak.