Keduanya membeli obat cair kemasan saset sebanyak 4 kardus lalu kembali ke kediamannya di Kelurahan Wawalintouan, Kecamatan Tondano Barat, Kabupaten Minahasa.
Singkat cerita, pelaku mengkonsumsi obat batuk cair tersebut 20 saset saat korban sedang tidur.
Baca Juga:
Dua Tahap Pembunuhan, Polisi Bongkar Cara AS Habisi Ibu dan Saudaranya di Warakas Jakut
Bahkan, pelaku pembunuhan sadis kembali membeli obat batuk cair tersebut lalu meminumnya kembali sebanyak 20 saset.
Selanjutnya pelaku RK mulai menghabisi nyawa korban secara sadis.
"Sekitar pukul 05.30 Wita pelaku menuju ke dapur untuk mengambil martil yang berada di lemari dapur. Setelah itu pelaku kembali ke kamar dan duduk di atas tempat tidur di samping korban dan langsung memukul korban dengan martil di bagian kepala berkali-kali," kata Tommy.
Baca Juga:
Istri Muda Tewas di Tangan Suami, Polisi Ungkap Kekerasan Brutal di Asahan
Tidak sampai di situ, RK juga merobek dada korban.
Selanjutnya pelaku pembunuh berdarah dingin itu menarik jantung korban dengan tangannya.
"(Dada korban dirobek pakai pisau) selanjutnya pelaku memasukkan tangan kirinya ke dalam dada korban dan menarik jantung korban," ujar Tommy.