Menurut MN, RG kabur dari rumah karena takut dicari sama pamannya karena peristiwa yang dialaminya sudah tersebar di kampungnya.
“Saat didapat (RG), langsung tanya-tanya, kemudian kita langsung lapor ke Polsek Lealea,” kata MN.
Baca Juga:
PT Pelni Baubau: Pergerakan Penumpang Mudik Lebaran 2025 dari Wilayah Timur Meningkat
Kasus ini telah dilaporkan ke polisi sejak bulan Mei 2024. Namun belum ada pelaku yang ditangkap. “Belum ditangkap pelakunya, harapannya ini pelaku cepat ditangkap,” ungkapnya.
Korban malu dan takut
Saat ini RG tidak dapat tinggal di kampungnya karena takut dan malu. Sehingga korban tinggal bersama MN.
Baca Juga:
Petugas KSOP Baubau Bersihkan Sampah di Laut Pasca Hujan Berhari-hari
Tidak hanya itu, korban juga terpaksa putus sekolah karena merasa malu dan dikucilkan oleh warga kampungnya. “Korban kalau ke kampung sudah dikucilkan dan hingga kini dia sudah putus sekolah," ungkapnya, Rabu (19/6/2024).
Polisi bantah pelaku berjumlah 26 orang
Di tempat terpisah, Kasi Humas Polres Baubau, AKP Abdul Rahmad, melalui pesan singkatnya mengatakan, kasus tersebut saat ini sudah ditangani Satreskrim Polres Baubau.