WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kematian bocah 12 tahun di Sukabumi yang tubuhnya penuh luka bakar memantik gelombang tudingan kejam terhadap ibu tirinya, namun TR membantah keras semua tuduhan penyiraman air panas dan meminta publik menunggu kebenaran terungkap.
Peristiwa memilukan itu terjadi di Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dan mencuat ke publik pada Sabtu (21/2/2026) saat TR memberikan klarifikasi melalui pesan suara WhatsApp.
Baca Juga:
Konten Guru SD Diduga Child Grooming Siswi Gegerkan Sukabumi
“Saya berharap semoga ada kemukjizatan dari yang Mahakuasa karena bukan seperti ini yang saya harapkan, dan tidak sekejam itu seperti yang dituduhkan oleh para netizen, netizen itu memang yang mahabenar segalanya, tetapi kan tidak seperti itu sebenarnya, bukan kaya begitu,” kata TR dalam keterangannya, Sabtu (21/2/2026).
TR yang merupakan ibu tiri dari NS (12) menegaskan bahwa ia tidak pernah menyiramkan air panas ataupun memaksa korban meminumnya seperti yang ramai dituduhkan di media sosial.
Ia juga mengeklaim bahwa luka melepuh di sejumlah bagian tubuh korban bukan akibat penganiayaan, melainkan faktor kondisi kesehatan tertentu dan paparan panas.
Baca Juga:
PLN untuk Rakyat Dorong Pertumbuhan Industri Sukabumi Lewat Layanan Tambah Daya yang Lebih Andal
“Terkait penyiraman yang kaya gitu, itu tidak benar dan tidak ada, jujur itu kalaupun ada kulit yang melepuh (pada NS), itu faktor dari panas dalam gitu, terus akibat (ada dugaan penyakit yang diderita NS), jadi tidak ada yang namanya penyiraman air panas, ataupun minum air panas tidak pernah ada, saya tidak kejam seperti yang dituduhkan netizen,” lanjutnya.
Sejak kelas 3 SD, lanjut TR, ia mengaku telah merawat NS hingga akhirnya peristiwa tragis itu terjadi.
Kini ia memilih pasrah dan menyerahkan sepenuhnya proses pembuktian kepada waktu dan pihak berwenang.