WahanaNews.co, Bandung - Duka mendalam menyelimuti Indonesia. Sebanyak 23 prajurit TNI Angkatan Laut dilaporkan gugur saat menjalani latihan militer di kawasan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Para prajurit tersebut meninggal dunia setelah terjadi longsor yang menerjang lokasi latihan. Peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba ketika para personel tengah melaksanakan tugas sebagai bagian dari persiapan pengamanan dan pertahanan negara. Kepala Pusat Penerangan TNI AL menyampaikan bahwa seluruh korban merupakan prajurit aktif yang sedang menjalankan latihan resmi.
Baca Juga:
Menhan dan Panglima TNI Rapat Tertutup Bahas Rencana Kerja 2026
“Mereka gugur dalam tugas negara, bukan di medan perang, tetapi dalam rangka pengabdian untuk menjaga kedaulatan bangsa,” ujarnya.
Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban, rekan-rekan prajurit, serta seluruh masyarakat Indonesia. Para korban dikenal sebagai prajurit yang berangkat menjalankan tugas dengan disiplin dan dedikasi tinggi, serta menjunjung sumpah setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Hingga saat ini, proses evakuasi masih terus dilakukan oleh tim gabungan TNI, Polri, Basarnas, dan unsur terkait lainnya. Upaya tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan yang cukup berat dan faktor keselamatan petugas di lapangan.
Baca Juga:
Pemerintah Dinilai Selaraskan Alutsista TNI dengan Industri Pertahanan Nasional
TNI AL menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas gugurnya para prajurit tersebut. Pengorbanan mereka dinilai sebagai bukti nyata dedikasi dan pengabdian tanpa batas kepada bangsa dan negara.
Doa terus dipanjatkan agar para prajurit yang gugur mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.
Indonesia berduka atas kepergian putra-putra terbaik bangsa yang gugur dalam menjalankan tugas negara.