WAHANANEWS.CO, Jakarta - Di tengah upaya global mengurangi ketergantungan pada energi fosil, Indonesia mulai mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) yang potensinya melimpah, mulai dari tenaga surya, panas bumi, hingga biomassa.
Pemerintah menilai pemanfaatan sumber-sumber energi tersebut perlu dioptimalkan untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong transisi menuju energi yang lebih bersih.
Baca Juga:
Pemerintah Genjot PLTSa, Solusi Atasi Ancaman Overkapasitas Sampah 2028
Komitmen tersebut ditegaskan Presiden RI Prabowo Subianto saat menugaskan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Transisi Energi.
Presiden Prabowo menempatkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar serta program konversi motor listrik sebagai fokus percepatan dalam jangka pendek.
“Kita sudah punya niat untuk swasembada energi, yang kita yakin akan tercapai dalam empat tahun.
Baca Juga:
Ucapan Paskah dari Prabowo Tuai Apresiasi Putin dalam Pertemuan Bilateral
Target ini tentunya memerlukan upaya keras dan percepatan dengan mengoptimalkan sumber-sumber energi alternatif yang kita miliki.
Dengan akselerasi ini kita yakin permasalahan energi ini dapat terselesaikan,” ujar Presiden Prabowo pada acara syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Danantara Indonesia di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Prabowo juga mengingatkan bahwa banyak negara sedang menghadapi krisis energi yang lebih berat dibandingkan Indonesia.