“Target rehabilitasi dan rekonstruksi selesai dalam tiga tahun. Sudah terurai dari 2026, apa yang akan dikerjakan. Selanjutnya pada 2027 dan 2028, apa yang dikerjakan, termasuk anggarannya,” lanjutnya.
Kepala BNPB menegaskan bahwa proses pemulihan tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui tahapan perencanaan, persiapan, hingga pelaksanaan yang matang agar hasilnya optimal dan berkelanjutan.
Baca Juga:
Cuaca Ekstrem Picu Bencana di Aceh hingga Kalimantan Utara
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M (kemeja putih dan rompi hijau) saat menyerahkan santunan kepada anak yatim dan bantuan secara simbolis kepada warga Huntara Desa Ulee Rubek Timu, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, pada Jumat (27/2/2026).
Di Kecamatan Seunuddon sendiri, sebanyak 264 unit huntara telah rampung dibangun dari total target 333 unit.
Salah satu lokasi yang dikunjungi Kepala BNPB pada Jumat (27/2/2026) berada di Desa Ulee Rubek Timur.
Baca Juga:
BNPB Salurkan Bantuan untuk Penghuni Huntara Korban Banjir dan Longsor di Aceh Timur
Dalam kesempatan tersebut, BNPB kembali menyalurkan bantuan berupa bahan kebutuhan pokok dan peralatan rumah tangga kepada warga, sembari menunggu penyaluran bantuan perabotan dan jaminan hidup dari kementerian terkait lainnya.
Suasana acara penyerahhan santunan kepada anak yatim dan bantuan oleh Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M kepada warga Huntara Desa Ulee Rubek Timu, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, pada Jumat (27/2/2026).
Kunjungan kerja di desa tersebut ditutup dengan kegiatan buka puasa bersama warga huntara sebagai bentuk kebersamaan dan dukungan moral.