WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah Desa Lobu Mandiri, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 16.00 WITA.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.
Baca Juga:
Kebakaran Hutan Meluas di Kalimantan Barat, Pemerintah Tetapkan Siaga Darurat
Data sementara menunjukkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Namun, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar dua hektare. Kerugian material masih dalam tahap pendataan oleh pihak berwenang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Parigi Moutong telah berkoordinasi dengan unsur kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat untuk melakukan penanganan awal dan pendataan di lokasi terdampak.
Baca Juga:
Angin Kencang, Banjir, hingga Karhutla Warnai Dinamika Kebencanaan di Kalimantan
Proses pemadaman dilakukan secara terpadu guna mencegah api meluas.
Meski demikian, api di beberapa titik hingga kini belum sepenuhnya padam.
Kondisi tersebut dipengaruhi sulitnya akses menuju lokasi kebakaran, sehingga petugas harus berjalan kaki untuk mencapai titik api.
Upaya pemadaman masih terus dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan personel di lapangan.
Di wilayah lain, cuaca ekstrem berdampak signifikan di Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara, Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan kerusakan di sejumlah kawasan.
Lima kecamatan terdampak, yakni Binjai Kota, Binjai Timur, Binjai Selatan, Binjai Utara, dan Binjai Barat. Sekitar 22 kepala keluarga terdampak dan masih dalam proses pendataan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Binjai mencatat sedikitnya 22 unit rumah mengalami kerusakan, dengan rincian tiga unit rusak berat, 13 unit rusak sedang, dan enam unit rusak ringan. Selain itu, satu unit fasilitas ibadah turut terdampak.
Petugas telah melakukan assessment, evakuasi pohon tumbang, serta berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi.
Pemantauan prakiraan cuaca dan peringatan dini juga terus dilakukan sebagai langkah antisipasi.
Sementara itu, banjir yang melanda Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah, masih dalam penanganan.
Per Minggu (1/3/2026) pukul 00.05 WIB, lima desa di Kecamatan Sayung masih tergenang dengan ketinggian air antara 10 hingga 50 sentimeter.
Tujuh desa di tiga kecamatan lainnya dilaporkan berangsur surut.
Genangan dipicu tingginya curah hujan serta kondisi geografis berupa cekungan, ditambah pengaruh air rob yang menghambat aliran air menuju Sungai Dombo.
Akibatnya, air masih menggenangi permukiman dan akses jalan warga.
Penanganan infrastruktur terus dilakukan, terutama pada tanggul jebol Sungai Cabean yang progres penutupannya telah mencapai sekitar 70 persen di sisi kiri dan 80 persen di sisi kanan.
Sementara itu, penanganan tanggul Sungai Tuntang di beberapa titik masih menunggu penurunan debit air.
Banjir ini telah terjadi sejak Senin (16/2/2026) dini hari akibat meluapnya Sungai Cabean setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta segera melaporkan kejadian melalui saluran resmi agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]