WahanaNews.co | Kosmetik menjadi salah satu industri yang banyak diminati masyarakat.
Penggunaan kosmetik ini juga dinilai meningkat setelah adanya pandemi Covid-19.
Baca Juga:
Utusan Khusus Rusia Kirill Dmitriev Umumkan Pembicaraan dengan Perwakilan Pemerintahan Trump
Minat kosmetik yang meningkat ini yang juga membuat para pengusaha lokal memulai bisnisnya di masa pandemi.
Ketua Harian Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetika Indonesia (PPAK), Ir. Solihin Sofian mengatakan, angka pengusaha kosmetik lokal juga naik secara drastis.
Solihin menuturkan, para pengusaha kosmetik lokal ini awalnya memproduksi hand sanitizer karena kemudahan dari BPOM. Lalu, pengusaha lokal tersebut kian meningkat hingga menjadi 913 perusahaan.
Baca Juga:
Laba Bersih 2024 Moncer Rp378,8 Miliar, SeaBank Untung Terus Tiga Tahun Berturut-turut!
“Sebelum masa pandemi itu ada sekitar 745 perusahaan. Terus saat pandemi jadi 913 perusahaan, ini terjadi eskalasi industri kosmetika. Awalnya karena kemudahan BPOM membuat hand sanitizer,” ungkap Solihin saat diwawancarai di acara Cosmobeaute Indonesia 2022, belum lama ini.
Lebih lanjut, Solihin mengatakan kenaikan pengusaha lokal di bidang kosmetik juga karena ide kreatif yang muncul dari bekerja di rumah.
Berdasarkan penjelasannya, ada beberapa pengusaha yang juga berawal coba-coba.