WAHANANEWS.CO, Jakarta - Berbagai bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada Jumat (6/3/2026).
Banjir, angin kencang, cuaca ekstrem, hingga tanah longsor dilaporkan terjadi di beberapa provinsi dan menyebabkan korban jiwa serta ribuan warga terdampak.
Baca Juga:
Gempa M 6,4 Guncang Aceh dan Sumut, Warga Sempat Panik Keluar Rumah
Di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, banjir menyebabkan sekitar 444 kepala keluarga terdampak dan satu orang dilaporkan hilang.
Cuaca ekstrem sebabkan akses jalan dan rumah warga terendam banjir di Kabupaten Lampung Selatan pada Jumat (6/3/2026). [Sumber Foto: BPBD Kab. Lampung Selatan]
Hingga kini kondisi banjir mulai berangsur surut, namun proses evakuasi warga masih terus dilakukan oleh petugas.
Baca Juga:
Hujan Lebat Picu Banjir di Jember, Karawang Masih Tergenang dan Karhutla Terjadi di Kalteng
Pada hari yang sama, banjir juga terjadi di Kota Bandar Lampung yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya dilaporkan hilang. Pendataan jumlah korban terdampak masih berlangsung.
Cuaca ekstrem sebabkan akses jalan dan rumah warga terendam banjir di Kabupaten Lampung Selatan pada Jumat (6/3/2026). [Sumber Foto: BPBD Kab. Lampung Selatan]
Bencana serupa juga terjadi di Kota Cilegon, Provinsi Banten, yang berdampak pada 180 kepala keluarga atau sekitar 370 jiwa. Hingga saat ini sebagian permukiman warga masih tergenang air.
Di Provinsi Jawa Barat, gerakan tanah terjadi di Kabupaten Sukabumi dan berdampak pada 134 kepala keluarga atau 475 jiwa.
Sebanyak 120 kepala keluarga atau 407 jiwa terpaksa mengungsi. Kerusakan yang tercatat meliputi 70 rumah rusak berat, 26 rumah rusak sedang, dan 18 rumah rusak ringan. Tim di lapangan masih melakukan pendataan dan asesmen lanjutan.
Sementara itu, angin puting beliung melanda Kabupaten Bandung Barat dan menyebabkan 85 kepala keluarga atau 267 jiwa terdampak, dengan 85 rumah mengalami kerusakan. Kondisi di lokasi kini dilaporkan sudah kondusif.
Cuaca ekstrem juga terjadi di Kabupaten Pangandaran yang berdampak pada 66 kepala keluarga atau 204 jiwa.
Sebanyak 21 rumah rusak ringan dan 30 rumah rusak sedang. Sebagian besar rumah yang terdampak telah diperbaiki secara gotong royong oleh warga.
Peristiwa serupa terjadi di Kabupaten Karawang, dengan 17 kepala keluarga atau 53 jiwa terdampak.
Tercatat 17 rumah mengalami kerusakan, terdiri dari 14 rusak ringan dan 3 rusak sedang. Proses perbaikan rumah masih dilakukan hingga saat ini.
Atap rumah warga rusak akibat tersapu angin kencang di Kabupaten Bogor pada Rabu (4/3/2026). [Sumber Foto: BPBD Kab. Bogor]
Di Provinsi Jawa Tengah, cuaca ekstrem di Kabupaten Batang menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan berdampak pada 75 kepala keluarga atau 290 jiwa.
Kerusakan rumah tercatat sebanyak 57 unit rusak ringan, 10 rusak sedang, dan 6 rusak berat. Hingga kini jaringan listrik dan komunikasi di beberapa wilayah masih mengalami kendala.
Selain itu, angin kencang terjadi di Kota Pekalongan yang berdampak pada sekitar 12 kepala keluarga dengan 12 rumah terdampak.
Kejadian serupa juga terjadi di Kabupaten Cilacap yang berdampak pada 22 kepala keluarga atau 59 jiwa dengan sekitar 20 rumah rusak ringan.
Cuaca ekstrem juga dilaporkan melanda Kabupaten Brebes dan Kabupaten Purbalingga, yang masing-masing berdampak pada 38 kepala keluarga dan 93 kepala keluarga, dengan kerusakan rumah dalam berbagai kategori.
Di Kabupaten Brebes, tanah longsor juga terjadi dan berdampak pada sekitar 176 kepala keluarga atau 546 jiwa.
Sebanyak 142 jiwa mengungsi, sementara 143 rumah terdampak, terdiri dari 52 rumah rusak berat dan 91 rusak sedang.
Saat ini layanan dapur umum dan pelayanan kesehatan masih diberikan kepada para pengungsi.
Sementara itu, banjir lahar terjadi di Kabupaten Magelang yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia, sekitar lima orang luka ringan, dan dua orang masih dalam pencarian.
Peristiwa ini juga berdampak pada 14 kepala keluarga dengan 14 rumah rusak ringan.
Banjir juga melanda Kabupaten Klaten, yang berdampak pada 2.020 kepala keluarga atau 4.453 jiwa.
Atap rumah warga rusak akibat tersapu angin kencang di Kabupaten Bogor pada Rabu (4/3/2026). [Sumber Foto: BPBD Kab. Bogor]
Sebanyak 33 jiwa mengungsi dan 1.565 rumah terdampak. Saat ini dilakukan pembangunan tanggul sementara untuk menutup tanggul yang jebol.
Di Provinsi Jawa Timur, angin kencang di Kabupaten Sampang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan merusak satu unit rumah.
Selain itu, banjir juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Situbondo yang masing-masing berdampak pada sekitar 142 kepala keluarga dan 50 kepala keluarga. Genangan air di beberapa wilayah dilaporkan mulai surut.
Di Provinsi Kalimantan Selatan, cuaca ekstrem di Kabupaten Banjar berdampak pada 65 kepala keluarga atau 202 jiwa dengan 64 rumah terdampak. Kondisi saat ini dilaporkan relatif aman dan terkendali.
Selain bencana hidrometeorologi, BNPB juga memantau kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Tengah.
Hingga Kamis (5/3/2026), luas lahan yang terbakar tercatat sekitar 272,90 hektare, dengan penambahan 4,82 hektare pada hari yang sama.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dengan memantau prakiraan cuaca secara berkala serta memastikan kesiapan jalur evakuasi dan sarana penanganan darurat.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]