WAHANANEWS.CO, Jakarta - Meningkatnya rivalitas geopolitik di tingkat global dinilai harus menjadi momentum bagi negara-negara Asia Tenggara untuk semakin memperkuat sentralitas ASEAN.
Kawasan ini diharapkan mampu mempertahankan posisinya sebagai wilayah yang mandiri, stabil, dan tidak terjebak menjadi arena persaingan kepentingan negara-negara besar.
Baca Juga:
Publik Geram, Muhiddin Said Akhirnya Buka Suara: DBH Sulteng Rp 900 Miliar Sudah Dianggarkan
Dalam konteks tersebut, diplomasi parlemen melalui ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) dinilai memiliki peran strategis untuk menjaga komunikasi, memperkuat solidaritas antarnegara anggota, sekaligus memastikan kepentingan kawasan tetap menjadi prioritas utama di tengah dinamika politik internasional.
Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Amelia Anggraini, menegaskan bahwa kekuatan ASEAN sangat ditentukan oleh tingkat kekompakan seluruh negara anggotanya dalam menyusun arah kebijakan kawasan secara independen dan berdasarkan kepentingan bersama.
"Terkait rivalitas geopolitik global, hal ini seharusnya dapat memperkuat sentralitas ASEAN. Sentralitas ASEAN ini sangat bergantung pada seberapa solid ASEAN ke depan dalam menjaga ruang dialog dan menentukan kepentingan kawasan berdasarkan prioritasnya sendiri," ujar Amelia dikutip dari situs resmi DPR RI, Selasa (21/07/2026).
Baca Juga:
Dikecam Publik, 11 Wakil Sulteng di Senayan Dinilai Bungkam Soal Keadilan DBH
Ia menilai, meningkatnya persaingan geopolitik dunia tidak boleh mengurangi independensi ASEAN dalam mengambil kebijakan strategis.
Sebaliknya, kondisi tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat posisi organisasi kawasan agar tetap menjadi aktor utama dalam menjaga stabilitas dan perdamaian di Asia Tenggara.
DPR RI sendiri akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan The 17th Meeting of the ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) Caucus yang digelar secara daring pada 22 Juli 2026.