WAHANANEWS.CO, Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima bantuan kemanusiaan dari Keluarga Besar Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) RI senilai Rp227.200.000.
Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama, sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap para penyintas bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra.
Baca Juga:
Meski Gencatan Senjata Berlaku, Operasi Kemanusiaan di Gaza Masih Terganggu
Prosesi penyerahan bantuan berlangsung di lingkungan Kemensetneg, Jakarta Pusat, pada Jumat (23/1/2026).
Kegiatan ini dihadiri Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, yang didampingi Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj. Saidah Sakwan, MA. Turut hadir Wakil Menteri Sekretariat Negara (Wamensetneg) RI Juri Ardiantoro, Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, serta jajaran pejabat terkait.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepercayaan Keluarga Besar Kementerian Sekretariat Negara kepada BAZNAS RI dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Baca Juga:
WHO Peringatkan Krisis Kelaparan di Gaza Masih Mengancam Meski Tak Masuk Kategori Fase Kelaparan
Ia menegaskan komitmen BAZNAS untuk mengelola dan menyalurkan bantuan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran bagi masyarakat terdampak.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih, mudah-mudahan apa yang Bapak/Ibu berikan bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang ada di Sumut, Sumbar dan Aceh, dan bantuan ini akan kami berikan sesuai dengan peruntukannya, kata Kiai Noor.”
Lebih lanjut, Kiai Noor menjelaskan bahwa sejak hari pertama terjadinya bencana, BAZNAS telah terjun langsung ke lokasi terdampak banjir.
Berbagai upaya tanggap darurat dilakukan, mulai dari pendirian 117 pos pengungsian hingga penyediaan layanan kesehatan gratis, dapur umum, serta distribusi air bersih bagi masyarakat.
“Lebih dari tiga juta porsi yang kita salurkan selama masa tanggap darurat, sejak hari pertama sampai dengan pada saat tanggap darurat itu dianggap selesai,” ungkap Kiai Noor.
Menurutnya, saat ini penanganan bencana telah memasuki fase pemulihan.
Oleh karena itu, bantuan kemanusiaan yang diterima BAZNAS akan difokuskan pada pembangunan hunian tetap bagi korban terdampak, penyediaan perlengkapan pendidikan, rehabilitasi masjid dan musala, serta penciptaan lapangan kerja untuk memulihkan kehidupan masyarakat.
“Hunian tetap (huntap) pertama yang akan kita bangun di Tapanuli Selatan, mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa dibangun hunian tetap yang kami namakan Kampung Cahaya Zakat, juga nanti akan ada masjid dan sekolah juga,” ujarnya.
Dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi masyarakat terdampak, BAZNAS juga akan menggandeng pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program ZMart dan ZChicken.
Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan sekaligus membuka lapangan kerja baru.
“Dan untuk UMKM kami juga akan ada ZChicken dan ZMart. Ini juga merupakan program kami di BAZNAS untuk menyiapkan lapangan kerja bagi mereka. Kami tidak hanya memberikan modal tetapi juga ada pendampingan sampai mereka benar-benar mandiri,” jelas Kiai Noor.
Sementara itu, Wakil Menteri Sekretariat Negara (Wamensetneg) RI Juri Ardiantoro menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS RI yang dinilai selalu sigap dan berada di garda terdepan dalam merespons berbagai bencana yang terjadi di Indonesia.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pegawai dan pejabat di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara serta pihak-pihak lain yang telah berpartisipasi dalam penggalangan dana untuk membantu pemulihan wilayah Aceh dan Sumatra, termasuk pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakatnya.
“Terima kasih kepada BAZNAS yang bersedia menyalurkan ini kepada para korban dan juga terima kasih untuk keluarga besar Kementerian Sekretariat negara, para pegawai dan pejabat yang telah menyalurkan dana pedulinya, ini merupakan bentuk kepedulian kepada para korban,” kata Juri.
Juri berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana di wilayah Aceh dan Sumatra.
“Angka ini memang tidak besar jika untuk memulihkan seperti sebelum terjadi bencana, mungkin akan butuhy triliunan rupiah. Agkan tetapi, dengan niat tulus kami mudah-mudahan cukup membantu memulihkan kondisi korban bencana,” tutupnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]