“Kunci daripada kemakmuran, miftachul imarah, adalah (kualitas) sumber daya manusia,” ungkapnya.
Kiai Ma’ruf mengatakan, pesantren tetap menjadi tempat pendidikan yang mencetak ahli agama, penerus perjuangan ulama dan Rasulullah SAW dalam memperbaiki masyarakat.
Baca Juga:
Program Bedah Rumah Baznas Bazis Bantu Keluarga Dhuafa di Pinang Ranti Miliki Hunian Layak
Selain itu, pesantren juga harus menjadi tempat menyiapkan para kader yang dapat membawa perbaikan di berbagai bidang, baik sosial, politik, maupun budaya.
Alumnus Pesantren Tebuireng, Jombang, itu mengingatkan para santri agar belajar dan berjuang tidak karena mencari kedudukan, harta, atau jabatan. Namun, ikhlas karena Allah SWT.
Wakil Presiden ke-13 Indonesia itu juga menitipkan harapan kepada Baznas, agar beasiswa yang selama ini telah diberikan kepada ribuan santri dapat semakin ditingkatkan.
Baca Juga:
Lebaran Yatim 1448 H, Kemenag Tapteng Salurkan Paket Bantuan Kepada Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas
Di antaranya penerima Beasiswa Baznas 2022 ini, harap Wapres, ke depan akan ada yang menjadi teknokrat, birokrat, dan pemimpin Indonesia.
“Siapa tahu di antara kalian yang menerima nanti, akan menggantikan Gus Dur menjadi Presiden Rebublik Indonesia. Iya, kan? Begitu, supaya semangat,” ungkap Ma’ruf.
Fasilitas, Tata Cara dan Garis Waktu Pendaftaran Penerima beasiswa ini akan mendapatkan dana persiapan melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri/Favorit sebesar Rp 6 juta per santri, yang dikelola oleh pesantren dan pembinaan khusus dari pesantren dan BAZNAS.