WAHANANEWS.CO, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan portal khusus hingga memungkinkan orang tua memantau secara langsung menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima anak di sekolah. Melalui platform tersebut, masyarakat nantinya dapat melihat menu harian, foto makanan, kandungan gizi, hingga lokasi dapur yang memasak makanan tersebut.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, portal itu ditargetkan dapat diluncurkan dalam satu hingga dua pekan ke depan, sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi penyelenggaraan program MBG.
Baca Juga:
Desak Polda Jambi Tahan 12 Tersangka, Zainul Islam Minta MP dan Kades Betung Ikut Dijerat
"Kami sedang menyiapkan sistem, insyaallah mungkin doakan bisa segera, saya paham ekspektasi publik sangat mengharapkan ini segera bisa kita bereskan. Kasih kami waktu mungkin satu-dua minggu untuk menyiapkan satu portal, di mana stakeholder MBG, dalam hal ini yang paling berkepentingan kan adalah sekolah dan orang tua, itu bisa ngecek anaknya di sekolah diberi makan oleh negara dengan menu apa, fotonya apa, kandungan gizinya apa, hari ini apa, besok apa, kemarin apa," kata Sudaryono dalam konferensi pers di kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Tak hanya itu, portal tersebut juga akan memuat informasi mengenai lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur yang memasak makanan, beserta identitas kepala SPPG.
"Itu kami siapkan sebagai transparansi, termasuk alamat makanan itu dimasak, SPPG alamatnya mana, kepala SPPG-nya siapa. Jadi kita ingin memberi tahu kepada yang sangat berkepentingan, yakni orang tua ya, anak saya di sekolah ini sama negara diberikan layanan makanan yang seperti apa," ujarnya.
Baca Juga:
261 Pegawai BGN Langgar Disiplin, 833 SPPG Ditangguhkan Operasional
Wapres Gibran meninjau pembagian MBG di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (21/4/2026). (CNBC Indonesia/Halimatus Sa’diyah) Foto: Wapres Gibran meninjau pembagian MBG di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (21/4/2026). (CNBC Indonesia/Halimatus Sa’diyah)
Menurut Sudaryono, keterbukaan informasi tersebut diharapkan dapat mencegah munculnya informasi yang keliru terkait pelaksanaan MBG di media sosial.
"Nah ini jangan sampai kemudian ada timbul-timbul interpretasi yang berbeda-beda, kemudian diupload di sosial media jadi misleading. Jadi kami menyiapkan itu," tutur dia.