Sementara itu, gelombang laut kategori rendah dengan ketinggian 0,5 hingga 1,25 meter terpantau di Selat Sape bagian utara.
Selain NTB, BMKG juga mengingatkan adanya dampak tidak langsung siklon tropis Luana terhadap wilayah Jawa Tengah bagian selatan, termasuk Kabupaten Cilacap dan sekitarnya, pada Sabtu (24/01/2026).
Baca Juga:
BMKG Himbau Masyarakat Waspadai Siklon Tropis Bakung dan Bibit Siklon 93S
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, mengatakan siklon tropis Luana menyebabkan peningkatan kecepatan angin permukaan di wilayah selatan Pulau Jawa.
“Dampak tidak langsung dari siklon tropis Luana berpotensi memicu angin kencang yang dapat terjadi sejak pagi hingga malam hari di wilayah Jawa Tengah bagian selatan,” kata Teguh.
Berdasarkan pengamatan BMKG, kecepatan maksimum angin permukaan di Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap tercatat mencapai 30 knot, sementara di Pos Pengamatan Cuaca Bandara Tunggul Wulung angin terpantau hingga 32 knot.
Baca Juga:
Di Balik Banjir Sumatra, Raja Juli Ungkap Ada Kerusakan Lingkungan
Ia menambahkan siklon tropis Luana memiliki tekanan udara minimum sekitar 993 hPa dengan kecepatan angin maksimum di sekitar sistem mencapai 40 knot dan masuk kategori siklon tropis tingkat satu.
“Meskipun bergerak menjauhi Indonesia menuju Australia, sistem tersebut masih memberikan pengaruh terhadap dinamika atmosfer di wilayah Indonesia bagian selatan,” katanya.
Menurut Teguh, peningkatan kecepatan angin dipicu oleh perbedaan tekanan udara antara belahan bumi utara yang didominasi tekanan tinggi dan belahan bumi selatan yang saat ini mengalami tekanan rendah akibat siklon tropis.