WAHANANEWS.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) melalui kegiatan evaluasi pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak.
Evaluasi ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan pemulihan berjalan optimal dan sesuai dengan kebutuhan penyintas.
Baca Juga:
Banjir Dominasi Bencana Awal 2026, BNPB Laporkan Dampak di NTB dan Sitaro
Fokus evaluasi diarahkan pada pembangunan hunian sementara (huntara) di Kabupaten Lima Puluh Kota.
Selain itu, BNPB juga melakukan peninjauan terhadap sejumlah lokasi yang telah disiapkan untuk pembangunan hunian tetap (huntap) pada tahap pemulihan pascabencana.
Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh proses pembangunan memenuhi standar teknis, aman secara lokasi, serta selaras dengan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi yang telah direncanakan.
Baca Juga:
Banjir Terjang Halmahera Barat, Dua Warga Meninggal dan Ribuan Jiwa Terdampak
Sekretaris Utama BNPB, Rustian, memimpin langsung evaluasi lapangan dengan meninjau lokasi persiapan pembangunan huntap di Kabupaten Solok pada Kamis (08/01/2026).
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari langkah pengawasan agar pembangunan hunian dapat memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat terdampak bencana.
Rustian menjelaskan bahwa evaluasi mencakup berbagai aspek penting, mulai dari progres fisik pembangunan huntara, kualitas konstruksi bangunan, hingga ketersediaan sarana dan prasarana pendukung.