WAHANANEWS.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengintensifkan upaya penanganan banjir di wilayah DKI Jakarta dengan memastikan kesiapan logistik dan peralatan bagi masyarakat terdampak.
Salah satu langkah konkret dilakukan melalui pemantauan langsung oleh Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Dra. Andi Eviana, M.Si., pada Minggu (18/1/2026).
Baca Juga:
Banjir Meluas di Jawa Tengah, BNPB Rilis Rekap Kejadian Bencana 17–18 Januari
Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memastikan ketersediaan bantuan, kesiapan peralatan, serta kelancaran distribusi logistik sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
Dalam pemantauan ini, Deputi Andi Eviana didampingi oleh jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta guna memperkuat koordinasi operasional serta melakukan verifikasi data warga terdampak.
Pemantauan difokuskan di Kelurahan Rawa Terate, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur.
Baca Juga:
BNPB Perkuat OMC untuk Kurangi Dampak Banjir dan Longsor di Pati, Jepara, hingga Demak
Bertempat di Lapangan PT United Traktor, Deputi Andi Eviana meninjau langsung penanganan terhadap delapan kepala keluarga atau 14 jiwa terdampak banjir.
Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Andi Eviana (memakai kerudung biru) berkoordinasi dengan pengurus Kelurahan Rawa Terate, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur terkait kebutuhan warga terdampak banjir yang mengungsi di tenda darurat di depan kantor United Tractor, Jakarta Timur pada Minggu (18/1/2026).
Peninjauan mencakup pemenuhan kebutuhan dasar warga, kondisi pengungsian, ketersediaan logistik, serta kesiapan peralatan pendukung yang digunakan oleh petugas di lokasi.
Selain melakukan pemantauan, BNPB juga menyalurkan bantuan logistik ke sejumlah titik pengungsian dan permukiman terdampak.
Di Lapangan PT United Traktor, bantuan berupa 35 paket logistik disalurkan kepada 35 kepala keluarga atau 130 jiwa.
Sementara itu, di RT 15 RW 04, sebanyak 48 kepala keluarga atau 152 jiwa menerima 48 paket bantuan melalui koordinasi dengan aparat setempat.
Dengan demikian, total bantuan yang disalurkan di dua lokasi tersebut mencapai 83 paket logistik.
BNPB juga memberikan tambahan bantuan berupa 50 paket sembako untuk warga RT 12 RW 04.
Bantuan tersebut diserahkan melalui Ketua RW setempat guna memastikan distribusi berjalan tertib dan tepat sasaran.
Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Andi Eviana (memakai kerudung biru) meninjau rumah warga terdampak banjir di RT 12 Kelurahan Rawa Terate, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, pada Minggu (18/1/2026).
Usai melakukan pemantauan lapangan dan penyaluran bantuan, Deputi Andi Eviana mengikuti rapat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang berlangsung di Posko Halim Perdanakusuma.
Rapat ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya pengendalian curah hujan serta pengurangan risiko bencana hidrometeorologi di wilayah Jabodetabek.
Sebelumnya, BNPB telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca pada 12–17 Januari 2026 di Posko Halim Perdanakusuma.
Selama periode tersebut, tercatat sebanyak 20 sorti penerbangan dilakukan dengan menggunakan 15.000 kilogram Natrium Klorida (NaCl) dan 5.000 kilogram Kalsium Oksida (CaO) sebagai bahan semai awan.
Di sisi lain, BPBD Provinsi DKI Jakarta juga melaksanakan OMC dengan dukungan pesawat Casa TNI Angkatan Udara sejak 16 hingga 22 Januari 2026.
Operasi ini dilakukan setiap hari dengan jadwal penerbangan hingga pukul 17.00 WIB sebagai bagian dari sinergi lintas instansi dalam mitigasi bencana banjir.
Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Andi Eviana (memakai kerudung biru) meninjau Kali Buaran di Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, pada Minggu (18/1/2026).
Berdasarkan prakiraan cuaca, wilayah Jawa bagian barat pada 16–23 Januari 2026 diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Namun, potensi hujan lebat hingga sangat lebat diprediksi terjadi pada 20–21 Januari 2026 di wilayah Banten bagian barat dan selatan, Jakarta Barat, serta Jawa Barat bagian barat.
Sementara itu, hujan sedang hingga lebat juga berpotensi terjadi secara bervariasi di Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.
Menindaklanjuti rekomendasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), BNPB akan kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca pada 20–24 Januari 2026.
Saat ini, pesawat Grand Caravan PK-JVH tengah menjalani preventive inspection pada 18–19 Januari 2026 dan dijadwalkan kembali beroperasi sesuai rencana untuk mendukung pelaksanaan OMC.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]