WAHANANEWS.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana terbaru yang melanda beberapa wilayah di Indonesia.
Data tersebut dihimpun berdasarkan hasil pemantauan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB dalam periode 12 Januari pukul 07.00 WIB hingga 13 Februari 2026 pukul 07.00 WIB.
Baca Juga:
Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Longsor di Jateng, Ratusan Rumah Terdampak
Dalam merespons berbagai peristiwa tersebut, BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus melakukan langkah-langkah penanganan darurat, mulai dari evakuasi warga, pendataan korban dan kerusakan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Banjir dan Longsor di Kabupaten Agam
Kejadian banjir dan tanah longsor dilaporkan terjadi di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat pada Rabu (11/1/2026).
Baca Juga:
Rangkaian Bencana Hidrometeorologi Terjadi di Awal Februari, Ribuan Rumah Terdampak
Bencana ini berdampak pada lima nagari yang tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Tanjung Raya dan Kecamatan Palembayan.
Petugas melakukan evakuasi warga terdampak banjir di Kabupaten Agam, Sumatra Barat pada Rabu (11/1/2026).
Sebanyak 90 kepala keluarga (KK) dari Jorong Koto Kaciak dan Jorong Pasa Rabaa terpaksa diungsikan ke lokasi yang lebih aman guna menghindari potensi bahaya susulan.
Di sejumlah titik, air meluap hingga ke badan jalan di Nagari Salareh Aia dengan ketinggian mencapai 50 sentimeter.
Luapan air juga menghanyutkan jembatan sementara penghubung Masjid Syuhada Sawah Laweh – Kampung Pili.
Selain itu, jembatan darurat di Jorong Subarang Aia, Nagari Salareh Aia Timur turut dilaporkan hanyut terbawa arus.
Di wilayah lain, ruas jalan provinsi di Jorong Lubuak Sao, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya mengalami longsor sepanjang 50 meter dengan tinggi material mencapai 1,5 meter.
Longsoran tersebut bahkan menimpa satu unit kendaraan yang tengah melintas.
Akses jalan kabupaten di ruas Jalan Bukik Apik menuju Koto Panjang Dama Gadang juga sempat tertutup material longsor.
Sementara itu, tanggul Sungai Batang Balok di Jorong Bancah, Nagari Maninjau jebol akibat derasnya arus air, sehingga menyebabkan genangan di ruas jalan sekitar.
Petugas BPBD Kabupaten Agam telah berada di lokasi untuk melakukan pendataan serta pembersihan material longsor yang menghambat akses transportasi warga.
Banjir di Kabupaten Bandung
Memasuki wilayah Provinsi Jawa Barat, banjir dilaporkan terjadi di Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung pada Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 01.25 WIB.
Kondisi banjir merendam pemukiman di Kecamatan Majalaya, Kab. Bandung (12/2/2026).
Sebanyak 280 KK atau 600 jiwa terdampak akibat luapan air yang merendam permukiman warga.
BPBD Kabupaten Bandung segera melakukan pendataan dan membantu proses evakuasi. Beruntung, genangan air berangsur surut pada hari yang sama.
Akses jalan utama kembali dapat dilalui dan aliran listrik yang sempat padam telah kembali normal.
Kondisi banjir merendam pemukiman di Kecamatan Majalaya, Kab. Bandung (12/2/2026).
Warga pun kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa lumpur dan material bawaan banjir.
Korban Diduga Hanyut di Subang
Bencana banjir juga terjadi di Kabupaten Subang, Jawa Barat, dipicu oleh hujan deras yang menyebabkan Sungai Ciasem meluap dan merendam area persawahan warga.
Upaya pencarian korban hilang di Desa Parung, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, Jawa Barat diduga hanyut terbawa arus pada Rabu (11/2/2026).
Seorang warga Desa Parung, Kecamatan Subang, dilaporkan diduga hanyut terbawa arus saat pulang dari sawah pada Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Hingga Kamis (12/2/2026), proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Damkar, serta relawan.
Upaya pencarian korban hilang di Desa Parung, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, Jawa Barat diduga hanyut terbawa arus pada Rabu (11/2/2026).
Selain korban yang masih dalam pencarian, kerugian material juga tercatat, di antaranya sekitar 10 hektar sawah milik warga terdampak genangan.
Banjir di Kuningan
Masih di Jawa Barat, banjir juga melanda Desa Cisaat, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan pada Rabu (11/2/2026).
Curah hujan tinggi menyebabkan Sungai Cijurey meluap dan merendam sedikitnya 50 rumah warga.
Pada Kamis (12/2/2026), air telah surut meski menyisakan lumpur tebal di dalam rumah dan lingkungan sekitar.
Warga bersama aparat desa bergotong royong melakukan pembersihan secara mandiri untuk mempercepat pemulihan kondisi permukiman.
Banjir di Brebes
Sementara itu di Provinsi Jawa Tengah, hujan deras yang menyebabkan meluapnya Sungai Gondang, Sungai Kuwut, dan Sungai Cisanggarung memicu banjir pada Rabu (11/2/2026) pukul 23.40 WIB.
Delapan desa di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Songgom, Losari, dan Jatibarang terdampak kejadian ini.
Sebanyak 340 KK atau 1.198 jiwa tercatat terdampak. Meski tidak ada laporan warga mengungsi, BPBD Kabupaten Brebes tetap menyiagakan perahu karet untuk mengantisipasi kemungkinan evakuasi apabila debit air kembali meningkat.
Air berangsur surut di hari yang sama, namun masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.
Banjir di Nganjuk
Di wilayah Jawa Timur, banjir juga terjadi di Kelurahan Balonggebang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk pada Kamis (12/2/2026) pukul 19.05 WIB.
Petugas melakukan pendataan wilayah terdampak banjir di Kelurahan Balonggebang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk pada Kamis (12/2/2026).
Sedikitnya 500 rumah dan satu fasilitas pendidikan terdampak genangan.
Banjir juga merendam akses jalan desa dengan Tinggi Muka Air (TMA) berkisar antara 30 hingga 50 sentimeter.
Petugas melakukan pendataan wilayah terdampak banjir di Kelurahan Balonggebang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk pada Kamis (12/2/2026).
Pada Kamis malam, sebagian besar genangan telah surut meskipun hujan dengan intensitas ringan masih mengguyur wilayah tersebut.
Imbauan BNPB
Menyikapi berbagai kejadian bencana hidrometeorologi basah yang terjadi di sejumlah daerah, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan.
Warga yang tinggal di bantaran sungai diminta untuk rutin memantau ketinggian muka air, terutama saat terjadi hujan deras dalam durasi lama.
Apabila kondisi dinilai berpotensi membahayakan, masyarakat diharapkan melakukan evakuasi mandiri lebih awal, memahami jalur evakuasi yang tersedia, serta terus memperbarui informasi cuaca melalui sumber resmi guna meminimalkan risiko korban dan kerugian.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]