Apalagi, sebelumnya sempat muncul informasi terkait kecelakaan bus yang menimpa jemaah Indonesia di Arab Saudi.
Karena itu, DPR ingin memastikan seluruh armada yang digunakan benar-benar memenuhi standar keselamatan, kelayakan operasional, serta mampu memberikan pelayanan yang aman dan nyaman bagi jemaah selama perjalanan.
Baca Juga:
KCD Pendidikan Wilayah VIII Jabar Gelar Kick Off dan Sosialisasi SPMB Maung 2026/2027 di SMAN 1 Sumedang
Selain transportasi antarkota, Timwas Haji DPR juga akan melakukan pengecekan terhadap operasional bus selawat di Kota Makkah.
Bus ini menjadi sarana transportasi utama yang menghubungkan hotel pemondokan jemaah dengan Masjidil Haram, sehingga keberadaannya sangat vital dalam mendukung aktivitas ibadah harian jemaah.
Danang menuturkan pengawasan paling ketat akan dilakukan pada fase puncak haji di Armuzna.
Baca Juga:
Hinca Panjaitan: Polisi Jagung
Tahapan perpindahan jemaah dari Arafah ke Muzdalifah dan Mina dianggap sebagai titik paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji karena tingginya kepadatan manusia dalam waktu singkat.
Menurutnya, pemerintah telah menyusun jadwal perpindahan kloter secara rinci guna mengurangi potensi penumpukan jemaah.
Namun demikian, Timwas Haji DPR tetap ingin memastikan seluruh skema tersebut benar-benar berjalan efektif di lapangan.