“Pada saat NU berdiri, kondisi rakyat kita miskin, tidak berpendidikan, dan serba kekurangan. Tapi para ulama dan kiai memiliki kesadaran yang tinggi akan bangsanya, akan rakyatnya, akan umatnya, kemudian mendirikan NU,” katanya.
Ia menilai, sejak awal berdirinya, NU telah menanamkan semangat perlawanan terhadap penjajahan melalui jalur pendidikan pesantren dan penguatan nilai-nilai keagamaan.
Baca Juga:
MPR RI Nonaktifkan Dewan Juri dan MC LCC Empat Pilar 2026 Kalbar Usai Polemik Penilaian
Kontribusi NU terhadap Republik Indonesia pun berlangsung secara konsisten dan berkelanjutan dari masa ke masa.
“Kontribusi NU terhadap Republik Indonesia sejak berdiri sampai sekarang begitu besar,” ujarnya.
Muzani mencontohkan lahirnya organisasi-organisasi perjuangan di bawah naungan NU, seperti Ansor yang berdiri pada 1934 dan Banser pada 1936.
Baca Juga:
Skandal Nilai Berbeda, Juri dan MC LCC MPR RI Resmi Dinonaktifkan
Menurutnya, organisasi-organisasi tersebut telah muncul bahkan sebelum Indonesia merdeka dan menjadi bagian penting dalam memperkuat basis perlawanan rakyat terhadap penjajah.
Lebih lanjut, ia juga menyinggung peran krusial NU dalam mempertahankan kemerdekaan, khususnya pada peristiwa November 1945 di Surabaya.
Saat pasukan Belanda dan Inggris berupaya kembali menguasai Indonesia, para santri dan masyarakat bersatu melakukan perlawanan demi mempertahankan kedaulatan negara.