“Tanpa diminta, fatwa jihad keluar. Seluruh santri NU, laki-laki dan perempuan, di desa dan di kota, mengangkat bambu runcing untuk mempertahankan Republik Indonesia,” ujarnya.
Dalam perjalanan berikutnya, NU juga disebut memiliki peran besar dalam menjaga ideologi negara, terutama ketika Indonesia menghadapi ancaman komunisme.
Baca Juga:
Ahmad Heryawan Ajak Masyarakat Bandung Barat Perkuat Nilai Empat Pilar Kebangsaan
Muzani menyampaikan bahwa banyak pesantren dan santri harus menjadi korban demi menjaga keutuhan dan keselamatan bangsa.
Tidak hanya dalam konteks politik dan ideologi, NU juga konsisten hadir di tengah masyarakat dalam berbagai situasi, termasuk saat bencana alam melanda sejumlah daerah di Tanah Air.
“NU hadir menenangkan umatnya, menenangkan rakyatnya, bahwa bencana adalah ujian dari Allah, ujian kesabaran dan kekuatan,” katanya.
Baca Juga:
Ketua MPR RI Ahmad Muzani Salurkan 5.000 Paket Bantuan Banjir dan Longsor di Sumut
Ia menambahkan bahwa tradisi doa melalui yasinan, tahlilan, zikir, dan selawat menjadi bagian dari ikhtiar NU dalam menjaga ketenangan, kekuatan spiritual, serta persatuan bangsa.
“Barangkali itulah yang menyebabkan kita masih kuat dan tetap bersatu sampai sekarang. Bangsa ini berutang kepada NU,” ucap Muzani.
Lebih jauh, Muzani menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan NU yang kuat. Menurutnya, kekuatan NU akan berdampak langsung pada kekuatan bangsa secara keseluruhan.