Hal tersebut mencakup menjaga asupan makanan, memperbanyak istirahat, mengatur aktivitas harian, serta menghindari kelelahan berlebihan menjelang puncak ibadah haji yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Mei mendatang.
Menurut Politisi Fraksi PKB tersebut, masih terdapat jemaah yang berangkat tanpa persiapan fisik yang cukup.
Baca Juga:
Danang Wicaksana Soroti Transportasi dan Layanan Lansia dalam Penyelenggaraan Haji 2026
Padahal, latihan fisik dan olahraga sebelum keberangkatan sangat diperlukan agar tubuh lebih siap menghadapi cuaca panas serta tingginya intensitas aktivitas selama ibadah haji.
“Harusnya dipersiapkan badannya supaya kuat. Sebelumnya ada olahraga, latihan, dan lain sebagainya,” kata Politisi Fraksi PKB ini.
Selain menyoroti kesiapan fisik jemaah, Timwas Haji DPR juga memberi perhatian khusus terhadap jemaah Indonesia yang saat ini tengah menjalani perawatan di Madinah.
Baca Juga:
Potensi Tuna Papua Dinilai Besar, Robert Kardinal Minta KNMP Prioritaskan Tiga Wilayah Strategis
Neng Eem meminta agar pelayanan kesehatan terhadap jemaah sakit dilakukan secara maksimal dan intensif sehingga mereka dapat segera pulih dan tetap berkesempatan mengikuti rangkaian ibadah haji.
Ia menilai dukungan medis bagi jemaah tidak hanya sebatas pengobatan, tetapi juga perlu dibarengi dengan pendampingan psikologis agar proses pemulihan berjalan lebih optimal selama berada di Tanah Suci.
“Sebisanya dirawat secara intensif agar mereka bisa segera pulih,” ucapnya.