WAHANANEWS.CO, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI Rokhmin Dahuri menyoroti masih tingginya ketimpangan kepemilikan lahan yang dialami para petani di Kabupaten Indramayu.
Menurutnya, keterbatasan lahan garapan menjadi salah satu faktor utama yang membuat petani kesulitan meningkatkan taraf hidup dan keluar dari jerat kemiskinan.
Baca Juga:
Pemprov Kalbar Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Wujudkan Swasembada Pangan Tahun 2026 Melalui Jagung
Dalam keterangannya, Rokhmin menjelaskan bahwa luas lahan yang dimiliki atau digarap petani di Indramayu masih jauh dari skala ideal untuk mendukung kesejahteraan keluarga petani.
Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap rendahnya produktivitas dan pendapatan masyarakat sektor pertanian.
“Tahu enggak petani Indramayu lahan garapannya berapa rata-rata? Hanya 0,4 hektar. Padahal skala ekonomi kalau petani itu mau sejahtera minimal 2,5 hektar,” ujar Rokhmin Dahuri dalam keterangan tertulis yang dikutip Parlementaria, di Jakarta, Jumat (15/5/2026).
Baca Juga:
Wamenko Pangan Soroti Ketergantungan Pangan Riau Meski Kaya Sumber Daya Alam
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu menilai persoalan agraria yang terjadi di Indramayu sejatinya mencerminkan masalah struktural yang juga dialami banyak daerah lain di Indonesia.
Ia menyebut ketimpangan penguasaan aset produksi, khususnya lahan, masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan nasional.
“Ada 0,2 persen pengusaha besar yang punya lahan sekitar 70 persen dari total lahan di Indonesia,” ucap Politisi Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.