WAHANANEWS.CO, Jakarta – Badan Anggaran (Banggar) DPR RI memberikan apresiasi terhadap tingginya realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kota Batam yang menjadi yang terbesar di Provinsi Kepulauan Riau.
Tingkat penyaluran tersebut dinilai mencerminkan semakin kuatnya dukungan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca Juga:
Dede Yusuf Dorong Reformasi BUMD demi Tingkatkan PAD dan Kemandirian Fiskal Daerah
Apresiasi tersebut disampaikan Anggota Banggar DPR RI Jefry Romdonny saat melakukan Kunjungan Kerja Banggar DPR RI ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Jumat (3/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Jefry menilai capaian penyaluran KUR di Batam menjadi indikator positif terhadap efektivitas program pembiayaan pemerintah dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
"Saya mengapresiasi realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kota Batam yang menjadi tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau. Kota Batam mendominasi penyaluran KUR dengan porsi mencapai 58,39 persen dari total realisasi di provinsi ini," ujar Jefry.
Baca Juga:
Dana Pajak Rakyat Harus Tepat Sasaran, Banggar DPR Ingatkan Kemenko soal Akuntabilitas
Menurutnya, tingginya penyaluran KUR tersebut sejalan dengan kinerja ekonomi Provinsi Kepulauan Riau, khususnya Kota Batam, yang sepanjang tahun 2025 mencatatkan pertumbuhan cukup kuat.
Kondisi tersebut didorong oleh meningkatnya investasi, kinerja ekspor yang terus membaik, perkembangan industri pengolahan, serta meningkatnya konsumsi rumah tangga yang menopang aktivitas ekonomi daerah.
Jefry menegaskan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, BP Batam, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sektor perbankan, pelaku usaha, hingga masyarakat.
Ia berharap kolaborasi tersebut terus diperkuat agar pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung secara berkelanjutan, inklusif, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Selain itu, Jefry juga mendorong Bank Indonesia agar terus memperkuat dukungan terhadap pengembangan UMKM melalui peningkatan akses pembiayaan, termasuk optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memperluas peluang usaha, meningkatkan produktivitas pelaku UMKM, sekaligus menciptakan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah.
Di sisi lain, Bank Indonesia juga terus menjalankan berbagai kebijakan untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional maupun daerah.
Upaya tersebut dilakukan melalui pengendalian inflasi, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta mempercepat digitalisasi sistem pembayaran, termasuk memperluas pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di berbagai sektor ekonomi.
Sementara itu, Wakil Ketua Banggar DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie turut menyampaikan dukungannya terhadap penguatan sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter dalam meningkatkan daya saing Kota Batam sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurutnya, kolaborasi yang erat antara pemerintah dan Bank Indonesia menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, menarik lebih banyak investasi, serta meningkatkan penerimaan negara.
Ia berharap Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau dapat terus menjalankan perannya sebagai katalisator pembangunan ekonomi sehingga mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi, baik di Kota Batam maupun di seluruh wilayah Provinsi Kepulauan Riau.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]