“Karena diperlukan revitalisasi sangat banyak, maka harus diklasifikasikan. Mana yang menjadi melalui anggaran APBD Cirebon, APBD Provinsi maupun dari APBN,” kata Ferdiansyah.
Ia menambahkan, klasifikasi prioritas revitalisasi sangat penting agar proses pelestarian berjalan efektif dan tidak tumpang tindih.
Baca Juga:
Pimpin Apel Gabungan, Sekdakab Tapteng Tekankan Disiplin dan Semangat Naik Kelas
Dengan dukungan kebijakan yang tepat, kawasan cagar budaya di Cirebon diharapkan dapat terjaga sekaligus berkembang menjadi destinasi wisata budaya yang memiliki nilai edukasi, sejarah, dan ekonomi bagi masyarakat.
Selain mendorong penguatan ASN di sektor kebudayaan, Ferdiansyah juga meminta perguruan tinggi di Cirebon mengambil peran aktif dalam memperkuat kesadaran budaya masyarakat, khususnya generasi muda.
Ia mengusulkan agar kampus menghadirkan mata kuliah khusus yang mengangkat nilai-nilai budaya dan sejarah lokal Cirebon atau kecerbonan.
Baca Juga:
Hujan Deras Rendam Rumah ASN di Anggi, Bupati Pegaf Tinjau Lokasi
“Kami minta juga kepada dunia pendidikan tinggi supaya membuat satu mata kuliah sendiri, yaitu tentang ilmu budaya dasar yang mengangkat tentang kecerbonan,” katanya.
Menurutnya, pendidikan budaya menjadi fondasi penting dalam membangun identitas daerah sekaligus menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian warisan sejarah.
Dengan pemahaman budaya yang kuat, diharapkan akan lahir lebih banyak SDM yang memiliki perhatian terhadap pelestarian cagar budaya dan pengembangan sektor budaya di daerah.