WAHANANEWS.CO – Forum Inspirasi Rakyat Sulut (FIRAS) mendorong pemerintah mempertimbangkan putra terbaik Sulawesi Utara (Sulut) untuk mengisi posisi strategis di tingkat nasional dan internasional.
Salah satu nama yang diusulkan FIRAS adalah Dr. Frits Herman Pangemanan, M.Sc., Ph.D., untuk menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Filipina.
Baca Juga:
35 Sekolah Meriahkan Pawai Lampion HUT ke-81 RI di Alun-Alun Sumedang
Koordinator FIRAS, Ramon Wowor, mengatakan usulan tersebut didasarkan pada rekam jejak, pengalaman, serta kiprah Frits Pangemanan yang telah lebih dari 20 tahun beraktivitas di Manila, Filipina.
Menurut Ramon, Frits memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman yang dinilai relevan dengan tugas diplomatik.
Ia pernah bekerja sebagai wartawan The Jakarta Post selama lima tahun dan kemudian menempuh pendidikan hingga meraih gelar magister serta dua gelar doktor di perguruan tinggi di Manila.
Baca Juga:
DPR Dorong Kewarganegaraan Ganda Terbatas untuk Tarik Pulang Talenta Indonesia
Selain akademisi, Frits juga aktif sebagai dosen, peneliti, penulis, dan editor. FIRAS menyebut Frits telah menghasilkan sekitar 20 buku berbahasa Inggris serta berbagai karya ilmiah dan penelitian.
“Dengan pengalaman akademik dan jejaring yang dimiliki di Filipina, kami menilai Dr. Frits Pangemanan layak dipertimbangkan sebagai calon Dubes RI untuk Filipina,” ujar Ramon dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).
Ramon menambahkan, kiprah Frits di Filipina juga pernah mendapat perhatian dari almarhum Dr. Sinyo Harry Sarundajang, yang pernah menjabat Duta Besar RI untuk Filipina.
Frits disebut pernah diperkenalkan dalam sebuah kegiatan di Manila sebagai salah satu putra Sulawesi Utara yang aktif dalam forum ilmiah dan memiliki pengalaman akademik internasional.
Dukungan serupa disampaikan tokoh pers Sulawesi Utara, Drs. Voucke Lontaan. Ia menilai pengalaman Frits selama puluhan tahun di Manila menjadi salah satu modal penting apabila dipercaya menjalankan tugas diplomatik.
“Frits memiliki pengalaman dan jaringan yang cukup luas di Filipina. Hal itu menjadi modal penting dalam menjalankan tugas diplomasi,” katanya.
Tokoh masyarakat adat Tonaas Brigade Manguni, Drs. Tenny Rumbayan, juga menyatakan dukungannya. Menurut dia, jejaring Frits dengan berbagai kalangan masyarakat Filipina merupakan salah satu keunggulan yang dapat mendukung tugas seorang diplomat.
“Keunggulannya adalah jaringan yang dimiliki Frits dari berbagai strata masyarakat Filipina,” ujar Tenny.
Sementara itu, perwakilan LSM NCW dan Perhamlih Sulut, David Siar, berharap pemerintah memberikan kesempatan kepada putra-putri terbaik Sulawesi Utara untuk berkiprah di tingkat nasional dan internasional.
Ia juga berharap keberadaan sosok asal Sulut di Kedutaan Besar RI di Filipina nantinya dapat membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa asal Sulawesi Utara untuk mendapatkan akses pendidikan dan beasiswa di Filipina.
“Minimal ilmuwan asal Sulut seperti Dr. Frits Pangemanan dapat diikutkan dalam proses fit and proper test di Kementerian Luar Negeri,” kata David.
FIRAS berharap aspirasi tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah pusat, termasuk Presiden Prabowo Subianto, dalam proses penentuan calon duta besar Indonesia.
FIRAS menilai pengusulan Frits Pangemanan merupakan bentuk aspirasi masyarakat Sulawesi Utara sekaligus upaya mendorong putra daerah yang memiliki pengalaman internasional untuk memberikan kontribusi lebih besar bagi kepentingan Indonesia.