WahanaNews.com | Sejumlah bangunan terendam hingga alami kerusakan, hal tersebut terjadi karena Gelombang tinggi menerjang sejumlah pantai di Bali, Rabu (31/8/2022)
Pemandangan itu terjadi di pesisir pantai Rangkan Ketewel Gianyar, Ombak menghancurkan pagar pembatas pantai hingga menggenangi pura dan masuk ke jalan perumahan.
Baca Juga:
BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi 2-5 Maret, Ini Daerah yang Terdampak
Kondisi serupa terjadi di Pantai Matahari Terbit Sanur Denpasar. Ombak menerjang tanggul dan menggenangi sejumlah warung yang berada di pinggir tanggul.
Di Pelabuhan Tribuana Klungkung, gelombang tinggi berdampak pada terganggunya aktivitas penyeberangan ke Nusa Penida. Semua kapal cepat dialihkan ke Pelabuhan Padangbai, Karangasem.
Sementara di Pelabuhan Padangbai, gelombang pasang membuat kapal feri dari Lombok tidak bisa bersandar ke dermaga. Hal itu juga berdampak pada terganggunya kegiatan bongkar muat kendaraan dan penumpang.
Baca Juga:
Biar Lebih ‘Aware’ saat di Pantai, Yuk Kenali 5 Jenis Gelombang Ini
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah III Denpasar I Nyoman Gede Wiryajaya menerangkan, gelombang tinggi di perairan Bali bisa mencapai ketinggian 6 mete.
"Sedangkan di pesisir 1,5 sampai 2 meter," bebernya.
Menurutnya, fenomena ini disebabkan angin monsun Australia. Di perairan selatan Bali, kecepatan angin ini mencapai 17 knot. Di Samudera Hindia, kecepatannya bahkan mencapai 25 knot.
Dia memprediksi gelombang tinggi diperkirakan akan terjadi selama tiga hari ke depan.
"Kami menghimbau kapal feri, speed boat, nelayan dan pelaku wisata bahari agar selalu waspada," pungkasnya [rsy]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.