WAHANANEWS.CO, Jakarta - SMAN 1 Pontianak membuat keputusan mengejutkan dengan menolak mengikuti pertandingan ulang final Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat meskipun Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia telah memutuskan final akan digelar ulang.
Keputusan itu diambil setelah polemik penilaian juri pada babak final yang berlangsung Sabtu (9/5/2026) memicu sorotan luas dari publik.
Baca Juga:
Skandal Nilai Berbeda, Juri dan MC LCC MPR RI Resmi Dinonaktifkan
Dalam pertandingan tersebut, jawaban peserta SMAN 1 Pontianak bernama Josepha Alexandra dinyatakan salah saat menjawab pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan BPK.
Namun, peserta dari SMAN 1 Sambas memberikan jawaban yang sama dan justru memperoleh tambahan poin.
Perbedaan penilaian itu memicu tuntutan klarifikasi dari pihak sekolah yang merasa terjadi ketidakadilan dalam proses penjurian.
Baca Juga:
Viral Lomba Cerdas Cermat MPR: Jawaban Identik Tapi Nilainya Beda
Persoalan tersebut kemudian menarik perhatian Ketua Komisi II DPR Rifqinizamy Karsayuda dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang memanggil peserta dan guru SMAN 1 Pontianak untuk mendengar penjelasan secara langsung.
Sebagai bentuk koreksi, MPR memutuskan untuk menggelar ulang babak final LCC 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat.
Meski demikian, pihak sekolah memilih tidak ambil bagian dalam pertandingan ulang tersebut.