WahanaNews.co | Polri akan terima pengembalian berkas perkara Irjen Ferdy Sambo dan tiga tersangka lain dari jaksa peneliti Kejaksaan Agung (Kejagung).
Berkas tersebut rencananya akan diserahkan Kejagung ke Polri hari ini.
Baca Juga:
Polri Pulangkan 29 WNI yang Diduga Terlibat Judi Online dan Penipuan di Filipina
"Hari ini memang P-19 nya resmi diserahkan yang sudah diterima kan P-18," kata Kadiv Humas Porli Irjen Dedi Prasetyo di kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (1/9/2022).
Dedi mengatakan penyidik akan berupaya memenuhi petunjuk kejaksaan untuk melengkapi berkas kasus Ferdy Sambo dkk.
Dia berharap berkas perkara empat tersangka di kasus Brigadir J dapat segera ditindak.
Baca Juga:
Kejagung Sita 1 Juta Hektar Lahan Hutan, Target Satgas PKH Tercapai
"Tentunya dari penyidik berupaya semaksimal mungkin apa yang jadi petunjuk kejaksaan akan dipenuhi dan sepanjang berkas perkara ini sesuai arahan Kapolri untuk segera disempurnakan dilimpahkan ke JPU dan harapan kami dari komunikasi yang intens penyidik dan jaksa pentunt umum bisa cepat P-21 dan segera mungkin cepat dapat ditindak," katanya.
Sebelumnya, Kejagung mengembalikan berkas perkara empat tersangka kasus pembunuhan Brigadir J kepada penyidik kepolisian.
Jaksa memberi catatan kepada polisi agar berkas kasus dilengkapi.
"Empat berkas sudah di Kejaksaan Agung, sudah diteliti dan kami dalam proses pengembalian berkas perkara kepada penyidik," kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejagung, Fadil Zumhana, di kantornya, Senin (29/8).
Jaksa meminta berkas tersebut dilengkapi agar kasus segera dibawa ke persidangan.
Dia mengatakan berkas tersebut harus lengkap syarat formil-materiil sehingga bisa dibuktikan di persidangan.
"Harus ada yang diperjelas oleh penyidik tentang anatomi kasusnya, tentang kesesuaian alat bukti," ucap dia.
Berkas yang dikembalikan itu ialah berkas perkara dengan tersangka Irjen Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf.
Sementara, berkas tersangka Putri Candrawathi baru dikirim Polri ke Kejagung dan sedang dikaji oleh jaksa. [rsy]