WAHANANEWS.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam kurun waktu Rabu (18/2/2026) pukul 07.00 WIB hingga Kamis (19/2/2026) pukul 07.00 WIB.
Peristiwa yang tercatat didominasi bencana hidrometeorologi seperti gerakan tanah, cuaca ekstrem, dan angin kencang yang dipicu intensitas hujan tinggi.
Baca Juga:
BNPB Catat 28 Bencana dalam Sehari, Banjir dan Longsor Dominasi Pulau Jawa
Salah satu kejadian menonjol adalah fenomena gerakan tanah di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (16/2/2026) sekitar pukul 03.00 WIB setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras dalam durasi cukup lama.
Dampak yang diakibatkan bencana pergerakan tanah yang terjadi di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. [Sumber Foto: BPBD Kabupaten Tasikmalaya]
Baca Juga:
Banjir Meluas di Grobogan, 9 Ribu KK Terdampak dan Ribuan Rumah Masih Tergenang
Curah hujan tinggi memicu pergerakan tanah yang berdampak pada permukiman warga di Desa Sirnajaya, Kecamatan Karangjaya.
Akibat kejadian itu, sebanyak kurang lebih 5 kepala keluarga (KK) terdampak langsung dan sekitar 47 KK berada dalam kondisi terancam.
Dari sisi kerugian materiil, tercatat sekitar 47 unit rumah berada dalam ancaman, dengan rincian 2 unit rumah mengalami rusak berat (RB) dan 3 unit rumah rusak ringan (RR).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya telah turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan setempat.
Dampak yang diakibatkan bencana pergerakan tanah yang terjadi di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. [Sumber Foto: BPBD Kabupaten Tasikmalaya]
Hingga Rabu (18/2/2026), proses pendataan serta langkah penanganan masih terus dilakukan.
Sementara itu, cuaca ekstrem juga menerjang Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, pada Selasa (17/2/2026) pukul 15.45 WIB.
Hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah Kecamatan Bayat dan berdampak pada tiga desa.
Tim BPBD setempat segera melakukan asesmen lapangan guna mengidentifikasi dampak kerusakan sekaligus berkoordinasi dengan aparat dan relawan untuk penanganan lebih lanjut.
Peristiwa serupa terjadi di Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Hujan lebat yang disertai angin kencang menyebabkan kerusakan pada bagian atap rumah warga di Desa Clarak, Kecamatan Leces.
Cuaca ekstrim mengakibatkan kerusakan atap bagunan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. [Sumber Foto: BPBD Kabupaten Klaten]
Tercatat sebanyak 7 kepala keluarga terdampak dengan total 7 unit rumah mengalami kerusakan ringan.
BPBD Kabupaten Probolinggo telah melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan unsur terkait.
Perbaikan rumah sementara dilakukan secara mandiri oleh warga terdampak sembari menunggu langkah lanjutan.
Selain bencana hidrometeorologi, BNPB juga terus memantau perkembangan aktivitas gunung api di Indonesia berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) per (18/2/2026).
Cuaca ekstrim mengakibatkan kerusakan atap bagunan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. [Sumber Foto: BPBD Kabupaten Klaten]
Beberapa gunung api tercatat berstatus Level III (Siaga), yakni Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Ili Lewotolok di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Gunung Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Gunung Semeru di Jawa Timur.
Status tersebut menandakan adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang memerlukan kewaspadaan masyarakat di sekitar wilayah terdampak.
Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada periode 17 hingga 19 Februari.
Kondisi ini berisiko memicu bencana turunan seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
BNPB mengimbau pemerintah daerah serta masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Cuaca ekstrim mengakibatkan pohon tumbang dan kerusakan atap bagunan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. [Sumber Foto: BPBD Kabupaten Klaten]
Masyarakat diminta untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG, memastikan kondisi lingkungan tempat tinggal dalam keadaan aman, serta segera melaporkan kejadian darurat kepada BPBD setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat.
Di sisi lain, pemerintah daerah bersama BPBD diharapkan memastikan kesiapan personel, ketersediaan peralatan, serta kelayakan jalur evakuasi.
Langkah tersebut penting guna menjamin respons yang cepat, tepat, dan terkoordinasi apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi kedaruratan di wilayah masing-masing (Seremoadver).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]