WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ibu Kota Nusantara (IKN) bakal punya bioskop, setelah PT Indobox Cinematic Buana menyiapkan investasi Rp5 miliar untuk membangun Indobox Cinema lengkap dengan kafe, toko, hingga ruang bagi pelaku UMKM di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Pembangunan Indobox Cinema menjadi bagian dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengalokasian lahan Aset Dalam Penguasaan (ADP) yang ditandatangani PT Indobox Cinematic Buana bersama Otorita IKN pada Jumat (14/8/2026).
Baca Juga:
TKDN IKN Dinilai Perkuat Ekonomi Nasional, MARTABAT Prabowo-Gibran: Jaga Identitas dan Kemandirian Nasional
Indobox Cinema direncanakan berdiri di atas lahan seluas 4.897 meter persegi yang berada di KIPP Wilayah Perencanaan (WP) 1A, tepatnya di sekitar kawasan Rumah Susun ASN 3.
Nilai investasi yang disiapkan untuk pembangunan fasilitas tersebut mencapai Rp5 miliar dengan pengerjaan fisik dijadwalkan mulai September 2026.
Selain membawa investasi ke IKN, proyek Indobox Cinema disebut akan memberikan kontribusi kepada negara senilai Rp449,16 juta.
Baca Juga:
Komisi VII DPR Dorong IKN Jadi Destinasi Sports Tourism Lewat Ajang Fun Run Berkala
Kompleks Indobox Cinema nantinya tidak hanya berfungsi sebagai bioskop, tetapi juga dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung yang diharapkan membuat kawasan tersebut menjadi salah satu pusat aktivitas dan hiburan di KIPP.
Fasilitas pendukung yang direncanakan meliputi area food and beverage (F&B) Cinematic Cafe, Indobox Store, serta kios yang diperuntukkan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Direktur PT Indobox Cinematic Buana Rendy Gunawan mengatakan perusahaan siap menghadirkan sarana hiburan sekaligus ruang aktivitas ekonomi di kawasan pusat pemerintahan IKN.
"Kami akan membangun fasilitas cinema, cinematic café, wadah UMKM, hingga Indobox Store," kata Rendy dalam keterangan resmi.
Menurut Rendy, fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan hiburan masyarakat di Nusantara, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
"Kami berharap kehadiran Indobox dapat memberikan hiburan berkualitas sekaligus menggerakkan ekonomi lokal," ujarnya.
Penandatanganan PKS antara Otorita IKN dan PT Indobox Cinematic Buana merupakan bagian dari rangkaian kerja sama pengembangan Nusantara yang dilakukan pada Jumat (14/8/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Otorita IKN turut menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) bersama Badan Bank Tanah dan Lion Group untuk menjajaki pembangunan fasilitas pelatihan penerbangan di Nusantara.
Kerja sama antara Otorita IKN, Badan Bank Tanah, dan Lion Group tersebut mencakup identifikasi kawasan strategis serta penyediaan dan pemanfaatan lahan Hak Pengelolaan Badan Bank Tanah.
Kolaborasi ketiga pihak juga mencakup penyelarasan tata ruang untuk mendukung terbentuknya kawasan terpadu yang menunjang pengembangan sektor penerbangan di Nusantara.
Kerja sama tersebut ditargetkan berkembang menjadi kawasan penunjang aviasi di sekitar Bandar Udara Internasional Nusantara untuk mendukung pembangunan training centre penerbangan.
Melalui PT Batam Aero Teknik, Lion Group direncanakan membangun pusat pelatihan dan praktik beserta berbagai fasilitas pendukung Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO).
Fasilitas tersebut ditujukan untuk memperkuat layanan perawatan pesawat sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok dan logistik udara, khususnya untuk kawasan Indonesia Timur.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyambut positif komitmen investasi swasta yang masuk untuk mendukung pembangunan dan pengembangan berbagai fasilitas di Nusantara.
"Ini bukan sekadar PKS dan MoU biasa, tetapi komitmen yang benar-benar ada tindak lanjut nyatanya di lapangan," ujar Basuki.
Menurut Basuki, berbagai kerja sama tersebut semakin memperkuat keyakinan Otorita IKN terhadap pembangunan ekosistem Nusantara yang terintegrasi.
"Momentum ini membuat kami semakin optimistis bahwa ekosistem Nusantara yang maju dan terintegrasi bisa segera terwujud," katanya.
Presiden Direktur Lion Group Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi mengatakan kerja sama pengembangan fasilitas penerbangan di Nusantara juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan penguasaan teknologi di bidang dirgantara.
"Kerja sama ini menjadi milestone penting untuk menarik pemuda-pemudi Indonesia belajar teknologi dirgantara," ungkap Daniel.
Menurut Daniel, pengembangan fasilitas tersebut sekaligus membuka peluang menjadikan Nusantara sebagai salah satu pusat kegiatan perawatan pesawat di Indonesia.
"Sekaligus menjadikan Nusantara sebagai pusat perawatan pesawat," ujarnya.
Plt Kepala Badan Pelaksana Badan Bank Tanah Hakiki Sudrajat mengatakan pihaknya siap memberikan dukungan dalam aspek pertanahan untuk memastikan investasi yang direncanakan dapat berjalan dengan kepastian hukum.
Badan Bank Tanah juga menyiapkan tim yang berada di sekitar kawasan Bandara IKN agar proses koordinasi dengan Otorita IKN dapat berlangsung lebih cepat.
"Tim khusus kami bersiaga langsung di basecamp dekat Bandara IKN agar koordinasi dengan Otorita IKN berjalan cepat dan fleksibel untuk menstimulus percepatan ekonomi," kata Hakiki.
[Redaktur: Elsya TA]